KM Baku Sayang 03 Tenggelam Dihantam Gelombang Tinggi di Perairan Siau

Beberapa penumpang dan awak kapal yang berhasil diewakuasi. (foto jack)

Sitaro Ulu – Sebuah kapal penangkap ikan KM Baku Sayang 03, tenggelam dihantam gelombang tinggi di perairan Pulau Siau, Minggu (20/8) pukul 01.00 Wita. Kapal nahas ini membawa 22 orang awak kapal, 11 orang diantarannya berhasil menyelamatkan diri.

Sementara itu Nakhoda Kapal Anton Kabuhung bersama yang lain masih dalam proses pencarian. Dari informasi yang berhasil dirangkum, Sabtu (19/8), KM Baku Sayang 03 hendak bertolak dari Pelabuhan Perikanan Aertembaga Kota Bitung dengan tujuan menangkap ikan di perairan Pulau Pasige Kecamatan Tagulandang atau berjarak 10 mil dari Pulau Siau Kabupaten Sitaro.

Secara tiba-tiba kapal dihantam ombak dengan tinggi mencapai 3-4 meter. Imbasnya, selembar papan di bagian dasar ruang mesin terlepas. Sontak saja, air laut pun masuk memenuhi kapal.

Meydi Bukunusa, salah satu awak kapal yang selamat, mengatakan, detik-detik terakhir sebelum kapal tenggelam, sang kapten sempat mengingatkan agar para awak kapal menggunakan life jacket.

“Dalam kondisi panik kami pun berusaha menyelematkan diri. Saya terpisah dari rekan-rekan. Sebelum diselamatkan oleh nelayan asal Kampung Buhias, saya berjuang satu hari dua malam di lautan,” beber dia, di RSUD Lapangan Sawang. Lain halnya diungkapkan oleh Meyer Kuemba, awak kapal lainnya. Dia menguraikan, awalnya dirinya bersama 12 orang berada dalam sebuah kapsul. Namun, dua orang rekannya ketika melihat Pulau Siau sudah dekat, mereka memilih naik rakit.

“Mungkin mereka berdua hanyut dibawah arus. Sehingga yang tersisa tinggal kami 10 orang. Itu pun dengan bantuan sepenggal cermin yang saya bawah sebagai alat bantu sebelum ditemukan oleh kapal tanker,” urai dia.

Sementara itu, Ancu Parimalang, yang juga awak kapal, mengungkapkan, dia bersama empat rekannya dalam upaya menyelamatkan diri, sempat diserang oleh ikan-ikan. “Kami berempat sempat digigit ikan. Kami juga tidak tahu digigit oleh ikan apa. Kami hanya merasa sakit dan menderita luka-luka,” ucap dia.

Secara terpisah, Kepala Kantor Search And Rescue Klas A Manado Budi Chayadi, mengatakan, pihaknya akan mulai melaksanakan proses pencarian Selasa (22/8).

“Proses pencarian direncanakan akan dilaksanakan selama tujuh hari,” lugasnya. Sekedar referensi, inilah 11 orang awak kapal KM Baku Sayang 03 yang selamat, Ancu Parimalang, Ris Aling, James Ahmad, Billi Ambar, Wilmar Paparang, Meydi Bukunusa, Meyer Kuemba, Weldy Mintadoa, Hery Sikome, Luter Kundiman dan Meydi Bukunusa. Adapun nama-nama awak kapal yang masih dinyatakan hilang, Hian Tamaka, Maxi Lukas, Marlon Kagiling, Harvi Takalalumang, Rivai Makapia, Roman, Windi Sadonda, Kelvin Rahasia, Thomas dan Nelman Kasip.

Sementara itu Kepala Seksi Operasi Basarnas Manado, Jeffry Mewoh Senin mengatakan, Kapal Motor (KM) “Baku Sayang 03” dilaporkan tenggelam di perairan Siau, Tagulandang Biaro, Kabupaten Sitaro, Senin (21/8/2017) dinihari.

“Kapal KM Baku Sayang 03 tenggelam pada pukul 01:00 WITA dinihari titik koordinat 02°08’08” LU dan 125°08’84” BT di Perairan Siau,” ujar Jefry.

Jefry Mewoh menambahkan, dari 23 ABK ada seorang ABK berhasil menyelamatkan diri dengan berenang ke Pulau Bukide. Sementara 10 lainnya berhasil diselamatkan sebuah kapal tanker yang kebetulan melintas di lokasi perairan tersebut.

Badan SAR Nasional (Basarnas) Manado yang mendapat informasi itu langsung menggelar operasi pencarian. Namun hingga berita ini dimuat, ABK lainnya yang hilang belum ditemukan.

Menurut Jefry, pencarian akan terus dilakukan sesuai Standart Operasional Prosedur (SOP) yaitu 7 hari dimulai sejak kejadian. Diketahui KM “Baku Sayang 03” adalah kapal ikan yang terbuat dari kayu. Rutenya adalah Bitung-Siau.(jackmar tamahari)

Leave a Reply