Kolaborasi Tim Maleo dan Resmob Minahasa, Residivis Penipuan dan Penggelapan Dibekuk

Minahasa – Tim Maleo Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Utara (Sulut) berkolaborasi dengan Tim Resmob Minahasa, berhasil mengamankan residivis kasus penipuan dan penggelapan di sejumlah tempat di wilayah hukum Polda Sulut, Jumat (10/07) dini hari sekitar pukul 02.37.

Maleo Polda Sulut dibawah pimpinan Dpp IPTU Fadhly S Tr K dan Resmob Minahasa dibawah pimpinan Kepala Unit Reskrim Aiptu Ronny Wentuk, mengamankan pelaku SN alias Saf (31), yang adalah warga Kelurahan Perkamil Lingkungan 4 Kota Manado, di Desa Tungoy Kecamatan Lolayan Kabupaten Bolaang Mongondouw, berdasarkan Surat Perintah Nomor Sprin/ 289/III/OPS.1./2020 dan Laporan Polisi Nomor LP /91 /lll /2020/SULUT/Polres Minahasa.

Adapun kronologi penangkapan yakni, Tim Maleo bersama Resmob Minahasa juga Resmob Kotamobagu mendapat informasi bahwa pelaku yang sudah menjadi target oprasi (TO) dan telah melakukan beberapa kasus penipuan dan penggelapan kendaraan bermotor di wilyah Sulut ini sedang berada di wilayah Kotamobagu.

“Tim pun langsung bergerak untuk melakukan penangkapan dan berhasil mengamankan pelaku. Setelah barang bukti ditemukan berupa 1 unit sepeda motor jenis Yamaha Mio M3, Tim langsung membawa tersangka dan barang bukti ke Polres Minahasa untuk proses lanjut,” kata Katim Maleo Polda Sulut Kompol Prefly Tampanguma.

Pelaku sendiri susah kerap melakukan aksi penggelapan seperti penggelapan 1 unit Sepeda Motor merk Kawasaki Ninja R warna Hijau dan 1 unit Sepeda Motor Merk Yamaha Mio G
di Kota Bitung, tepatnya di kompleks kantor Walikota yang dilakukan pada tahun 2015, dimana barang bukti sudah dijual di Gorontalo dan masih dalam pencarian.

Tersangka juga melakukan penipuan uang dengan Rp 3 juta di Tareran Minsel pada tahun 2015, enggelapan 1 unit Sepeda Motor Merk Yamaha Vixion warna Hitam di Hotel Patrajasa Kota Kotamobagu pada tahun 2017, dimana bukti aidah dijual dan masih dalam pencarian. Penggelapan 1 buah HP merk Xiaomi Warna Biru, penggelapan uang sejumlah Rp 1 juta, menyewa 2 unit kendaraan merk Agya dan Zigra selama 2 minggu dan tidak membayar dan kendaraan ditinggalkan di wilayah Minsel namun di temukan oleh pemilik Kendaraan.

Kemudian, penipuan uang sebesar Rp 10 juta milik lelaki Frans Sumendap di Kota Bitung Lorong Gipeer, penggelapan 1 unit kendaraan merk Mio M3 Warna Hitam di Kelurahan Tataaran Kecamatan Tondano Selatan, dimana barang bukti susaj diamankan Maleo di Bitung. Penggelapan satu unit kendaraan sepeda Motor merk Honda GTR warna merah di Talawaan Bajo dimana unit dalam pencarian, serta penggelapan 1unit kendaraan R4 merk Avanza Silver di Manado pada tahun 2019, dimana barang bukti sudah ditemukan di Wilayah Kotamobagu.

“Pada saat Tim melakukan pengembangan untuk mencari barang bukti lainnya, pelaku melakukan perlawanan dan mencoba melarikan diri, sehingga Tim memberikan tidakan tegas terukur dengan cara menembak kaki pelaku. Pelaku juga merupakan residivis pada kasus yang sama yang menjalani hukuman di Lapas Tuminting dan baru bebas pada bulan September 2019,” terang Tampanguma.(fernando lumanauw)

Leave a Reply