KPU Minahasa Ajak Pers LSM dan Ormas Adat Sosialisasikan Pemilu Serentak 2019 Kepada Masyarakat

Minahasa – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Minahasa, menggelar sosialisasi dan pendidikan Pemilu bagi Pers, Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) dan Organisasi Masyarakat (Ormas) Adat, bertempat di Rib’s Cafe Tondano, Jumat (08/03) sore, bertempat di Cafe Ribs Tondano.

Ketua KPU Minahasa Lord Arthur Malonda SPd, saat membuka kegiatan ini mengatakan, pihaknya sengaja mengundang Pers, LSM dan Ormas Adat, agar bisa mengawal jalannya Pemilu 2019 ini dan membantu KPU dalam memberikan pemahaman kepada masyarakat agar terlibat dalam Pemilu Serentak 2019, dengan menyalurkan hak suaranya.

“Sengaja kita memberikan sosialisasi dan pendidikan Pemilu bagi Pers, LSM dan Ormas Adat karena ketiga kelompok ini dinilai memiliki peran di masyarakat dan dapat menjadi relasi positif dalam mensosialisasikan Pemilu kepada masyarakat yang lebih luas di Minahasa,” kata Malonda, sembari memandu jalannya acara ini.

Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra Sekretariat Daerah Kabupaten Minahasa Dr Denny Mangala SH MSi, yang hadir mewakili Bupati Minahasa Ir Royke Oktavian Roring MSi, juga sebagai narasumber, menyampaiakan bahwa, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Minahasa mendukung penuh KPU Minahasa untuk suksesnya Pemilu 2019 ini, salah satunya dengan memberikan pelayanan terhadap masyarakat yang membutuhkan perekaman dan penerbitan KTP Elektronik hingga hari pencoblosan melalui Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil.

“Hingga saat ini, 99 persen masyarakat Minahasa sudah terekam e-KTP. Namun, hingga 17 April nanti, pasti masih ada pemilih pemula yang akan genap 17 tahun dan berhak memilih. Makanya, kami tetap memberikan pelayanan penerbitan e-KTP untuk kebutuhan di TPS nanti sebagai daftar pemilih khusus. Hal ini perlu disampaikan kepada masyarakat, baik melalui Pers lewat pemberitaan Media, maupun LSM dan Ormas Adat yang memiliki basis massa di masyarakat,” kata Mangala.

Dirinya berharap, tingkat partisipasi masyarakat pada Pemilu Serenrak nanti bisa meningkat dengan adanya peran semua stakeholder terkait, termasuk didalamnya Pers, LSM dan Ormas Adat. “Pers, LSM serta Ormas Adat diharapakan dan berperan aktif dalam mensosialisasikan kepada masyarakat terkait Pemilu. Karena itu menjadi tanggung jawab kita bersama,” kata Mangala.

Sementara, Komisioner KPU Minahasa Devisi Teknis Penyelenggaraan Kristoforus Ngantung SFil menyampaikan bahwa pihaknya menargetkan tingkat partisipasi masyarakat dalam menyalurkan hak suaranya pada Pemilu ini bisa mencapai 85 persen, dari taget nasional sebesar 77,5 persen.

“Kami optimis target ini bisa tercapai dengan segala upaya yang telah KPU selama ini, apalagi dengan adanya keterlibatan Pers, LSM dan Ormas Adat.

Ngantung kemudian menjelaskan soal surat suara yang akan digunakan pada Pemilu nanti, dimana ada lima surat suara yang memiliki warna berbeda-beda do Tempat Pemungutan Suara (TPS) yakni, warna Abu-abu untuk pemilihan Presiden dan Wakil Presiden, warna Merah untuk pemilihan Dewan Perwakilan Daerah, warna Kuning untuk Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, warna Biru untuk DPRD Provinsi dan warna Hijau untuk DPRD Kabupaten/Kota.

“Jadi nanti di TPS ada lima kotak surat suara yang akan digunakan dalam pemilihan. Mohon ini disampaikan kepada masyarakat Minahasa agar mereka bisa memahami hal ini, sehingga nanti tidak lagi bingung,” pinta Ngantung.

Komisioner KPU Minahasa Divisi Perencanaan dan Data, Lidya Malonda mengatakan, kategori Pemilih untuk Pemilu tahun 2019 ini antara lain, Daftar Pemilih Tetap (DPT), Daftar Pemilih Tambahan (DPTb) dan Daftar Pemilih Khusus (DPK).

“DPT yakni pemilih yang telah terdaftar pada TPS dimana yang bersangkutan akan menggunakan hak pilihnya. DPTb adalah pemilih yang telah ada di DPT pada TPS sebelumnya namun karena keadaan tertentu tidak dapat memilih di TPS dimaksud dan memberikan suara pada TPS lain yang dituju dilain daerah atau lain tempat. Dan untuk DPK adalah pemilih yang memiliki identitas kependudukan KTP atau Suket, tetapi belum terdaftar dalam DPT dan DPTb,” jelas Malonda.

Sementara, Markus Louis Wantania, mantan Bawaslu Minahasa Utara selaku narasumber menjelaskan peran organisasi budaya dan Pers dalam rangka Pemilu serentak tahun 2019.

Dirinya mengatakan, salah satu indikator Pemilu berkualitas adalah berjalannya tahapan pelaksanaan secara kodusif, aman lancar dan teekendali. Itulah sebabnya menurutnya, Pers memiliki peran penting dalam mewujudkan Pemilu aman ini dengan pemberitaan-pemberitaan yang mendidik dan menyejukkan.

“Jalankan peran Pers sebagaimana fungsinya. Pers dapat menjadi sarana penting untuk mendidik masyarakat, dalam hal ini soal Pemilu 2019, khususnya di Kabupaten Minahasa. Mari ingatoan masyarakat agar bangun pagi di tanggal 17 April 2019, dan datang ke TPS untuk meyalurkan hak politik, menentukan nasib Indonesia, khususnya Sulut dan Minahasa 5 tahun kedepan,” pungkasnya.(fernando lumanauw)

Leave a Reply