Lakukan Pemerasan, 2 Anggota DPRD Minut Diringkus, Kejari Amankan Rp 37 Juta

Manado – Dua oknum anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah atau DPRD Minahasa Utara, masing-masing PL alias Paulus dan JD alias Joutje, Rabu (16/12/2015) sore, diamankan Kejaksaan Airmadidi, karena diduga melakukan pemerasan kepada salah satu PNS sebesar Rp 37 juta.

Kajati Sulut, TM Syah Rizal SH, melalui Wakilnya Ricardo Sitinjak SH MH, Kamis (17/12/2015) pagi, mengatakan, Operasi Tangkap Tangan alias OTT yang dilakukan Kejati Sulut melalui Kejari Airmadidi itu, sudah diusut sejak beberapa bulan terakir.

“Operasi ini adalah operasi intelijen. Ini semua berkat laporan dari masyarakat, kemudian kami bentuk tim khusus dan sudah bekerja selama berbulan-bulan untuk membongkar adanya dugaan pemerasan dilingkup DPRD Minut,” kata Ricardo Sitinjak SH MH dalam keterangan persnya.

Ditambahkan Ricardo Sitinjak, dalam penyelidikan yang dilakukan, kedua wakil rakyat itu sudah ditetapkan sebagai tersangka. Karena ditangan Paulus, petugas berhasil menyita uang Rp 8.5 juta yang disimpan didalam kantong celana dan tas. Sedangkan, Rp 28,6 juta ditemukan ditangan Joutje.

Dilanjutkan Ricardo, penggerebekan dilakukan Rabu, sekitar pukul 17.30 Wita, berlokasi di koridor antara ruangan komisi DPRD Minut. Uang haram itu pun disinyalir sebagai objek tindak pidana pemerasan dari oknum personil DPRD kepada pimpinan SKPD.

“Uang ini nantinya sebagai pelicin agar dana yang diusulkan SKPD dapat disetujui DPRD. Ini untuk meloloskan anggaran, jadi perlu memberikan sesuatu,” sebut Ricardo yang didampingi Kasi Penkum dan Humas, Arif Kanahau SH.

Sementara ini pihaknya menyeret tersangka dengan menggunakan Pasal 21 huruf e UU Tipikor. Menariknya, dalam keterangan Wakajati, ia menduga kejadian ini sudah berulang-ulang dan bukanlah pertama kali dipraktekan oknum anggota DPRD Minut itu. “Ini kemungkinan pencairan terakhir. Ada bukti transaksi lain,” pungkasnya.

Pihaknya pun akan terus mengembangkan dan mempertajam penyidikan termasuk memeriksa kurir dari SKPD yang menyerahkan uang tersebut. “Nanti akan dikembangkan, termasuk yang membawa uang dari SKPD,”ketusnya.

Peristiwa mengejutkan itu sendiri terjadi di Kantor DPRD Minut pasca pembahasan APBD 2016, Rabu sore. Dua oknum legislator masing-masing, PL alias Paulus dan JD alias Joutje tahu-tahu dijemput pihak Kejaksaan Negeri Airmadidi.

Keduanya diduga tertangkap tangan menerima sejumlah uang dari salah satu SKPD Pemkab Minut. Diamankannya kedua politisi itu, spontan mengejutkan seisi kantor DPRD Minut yang saat itu dipenuhi legislator dan sejumlah PNS yang terlibat dalam pembahasan APBD 2016.

Saat diamankan, Joutje dari Partai Hanura dan Paulus dari PKPI tidak memberikan perlawanan dan langsung digiring ke Kejari untuk menjalani pemeriksaan. Selain itu, setidaknya ada tiga pegawai ikut mendatangi Kejari yang disebut-sebut sebagai saksi yakni, tenaga honor bagian umum Ria Karundeng, Kabag Umum Desten Katiandagho dan Asisten Pemkab Minut I Ir Ronny Siwi.(jenglen manolong)

Leave a Reply