Marak Kasus Pembunuhan, Kriminal Minahasa Meningkat

Ilustrasi Pembunuhan

Ilustrasi Pembunuhan

Minahasa – Maraknya kasus pembunuhan di wilayah Kepolisian Resort (Polres) Minahasa belakangan ini membuat Kabupaten Minahasa menjadi daerah aman tapi tidak nyaman bagi masyarakatnya.

Arnold Kalesaran, salah satu Pemerhati hukum dan Kriminal di Minahasa, kepada CSN, menuturkan, beberapa kasus pembunuhan di wilayah hukum Polres Minahasa yang terjadi di Tahun 2013 menunjukkan kriminalitas di Minahasa meningkat, sehingga menimbulkan ketidaknyamanan ditengah masyarakat.

“Tingkat kriminal di Minahasa Tahun 2013 ini mungkin dari data Kepolisian bisa menurun dibandingkan Tahun sebelumnya, namun kwalitasnya meningkat. Kalau sebelumnya banyak kasus kejahatan terjadi tidak sampai pada pembunuhan, Tahun ini justru hingga kepada pembunuhan, sebagai contoh diawal Tahun terjadi dua kasus sedangkan bulan ini juga terjadi dua kasus, belum di bulan-bulan sebelumnya di 2013,” terang Kalesaran.

Menurut Kalesaran, peran aparat Kepolisian harus ditingkatkan dalam pencegahan dengan melakukan berbagai operasi cipta kondisi atau semacamnya, untuk menimbulkan rasa nyaman ditengah masyarakat.

“Waktu beberapa kasus pembunuhan terjadi awal Tahun 2013, Polres nampak gencar melakukan operasi dan penjagaan mulai larut malam hingga pagi hari, namun belakangan hal tersebut nampak tak dilakukan lagi, karena pembunuhan terakhir terjadi di pusat kota yang terbukti tidak ada penjagaan sama sekali,” ujarnya.

Terhadap hal ini, Kapolres Minahasa, AKBP Dra Henny JA Posumah MM, melalui Wakapolres Minahasa, Kompol Refly Kaunang, ketika dikonfirmasi mengatakan, pihaknya saat ini telah menggencarkan operasi cipta kondisi, untuk menekan angka kriminalitas di Kabupaten Minahasa.

“Ibu Kapolres telah mengeluarkan surat perintah untuk Operasi cipta kondisi, untuk merazia minuman keras dan senjata tajam demi mencegah dan menekan angka kejahatan. Masyarakat diminta proaktif dengan turut serta berperan dalam menciptakan situasi kondusif di wilayahnya masing-masing,” ujarnya.(fernando lumanauw)