Mendadak Sakit, Recky Posumah Tersangka Korupsi Mami Fiktif Bolmut Batal Ditahan Polda Sulut

Manado – Penahanan tersangka kasus dugaan korupsi pengadaan Makan Minum (Mami) fiktif di Kabupaten Bolaang Mongondow Utara (Bolmut) yang direncanakan akan dilakukan, Selasa (8/12/2015) sore, oleh penyidik Tipikor Polda Sulut terpaksa ditunda.

Penundaan penahanan tersangka kasus mega korupsi yang telah merugikan keuangan negara Rp 2.7 miliar itu ditengarai, Sekertaris Daerah (Sekda) Bolmut, Recky Posumah mendadak sakit.

“Tekanan darah tersangka naik. Padahal kita sudah rencanakan penahanannya dilakukan Selasa ini. Tapi setelah melakukan cek kesehatan, kondisinya drop. Kami pun terpaksa melakukan penundaan penahanan ini,” kata Kabid Humas Polda Sulut, AKBP Wilson Damanik.

“Tapi tersangka akan tetap kita tahan. Dari keterangan pihak Dokter kesehatan tersangka akan pulih dalam waktu satu sampai dua hari. Jadi kalian tunggu saja, tersangka tetap akan ditahan,” sambung Damanik kepada sejumlah wartawan di Mapolda Sulut.

Dijelaskan Damanik pula, penahanan terhadap Recky Posumah setelah penyidik menemukan tiga alat bukti. Dalam kasus mega korupsi itu juga, Posumah adalah otak. Mengingat, semua proses pencairang dilakukan tersangka Posumah.

“Kenapa saya bilang tersangka otaknya. Karena, yang membuat SP2D seolah-olah sesuai keputusan Mentri nomor 13 tahun 2006 tentang pengelolaan daerah itu tersangka. Begitu juga soal pencairannya, itu dilakukan tersangka,” paparnya.

Dilanjutkannya, kegiatan tersebut dilakukan mantan Bupati Bolmut, Hamdan Datunsolang. Namun, pengelolaan keuangannya adalah tersangka. “Dia (Posumah, red) dijadikan tersangka karena dia adalah Kuasa Pengguna Anggaran (KPA). Dia menandatangani seolah-olah proyek itu ada,” terangnya.

Sedang, dari informasi yang diperoleh Cybersulutnews.co.id, Recky Posumah yang sudah ditetapkan tersangka oleh penyidik Tipikor itu mengaku tidak mengetahui adanya proyek Mami fiktif. Sebelum ditetapkan sebagai tersangka, Recky Posumah sendiri sudah lima kali dikuliti penyidik.

Dalam kasus mega korupsi yang telah menyerap Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) 2012 di Kabupaten Bolaang Mongondow Utara, penyidik Tipikor Polda Sulut telah lebih dulu menetapkan mantan Bendahara Pengeluaran Pemkab Bolmut berinisial I alias Iam sebagai tersangka. Tersangka Iam sendiri kini telah mendekam di hotel prodeo Mapolda Sulut.(jenglen manolong)

Leave a Reply