Minta Dievaluasi, Pos Penjagaan di Perbatasan Masuk Minahasa Dinilai Tak Efektif dan Efisien

Minahasa – Pos-pos penjagaan yang berada di perbatasan masuk wilayah Kabupaten Minahasa, dalam rangka upaya pencegahan penyebaran COVID-19, dinilai tak efektif dan efisien.

Hal ini diungkap sejumlah Legislator Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Minahasa, kepada Cybersulutnews.co.id, Rabu (24/06) sore, usai pelaksanaan Rapat Paripurna.

Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Minahasa Dharma Patria Palar SH mengatakan, pos-pos penjagaan tersebut wajib dievaluasi. Pasalnya, dari pengamatannya saat ini, penjagaan di pos-pos tersebut dinilai sekedar formalitas dan tak sesuai yang diharapkan.

“Kami menilai pos-pos ini tak efektif dan efisien. Mengapa? Sebab, salah satu contohnya adalah, penjagaan atau pemeriksaan hanya dilakukan mulai jam 8 pagi sampai jan 5 sore. Sementara selebihnya, semua pendatang ke Minahasa bebas masuk tanpa pemeriksaan. Bagi kami ini sama saja tidak, karena percuma saja 1000 kendaraan dijaga tapi kemudian 1 kendaraan lolos malam hari dan ternyata membawa virus,” ujar Palar.

Sehingga, dirinya meminta Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Minahasa melalui Gugus Tugas Percepatan Penanganan Penanggulangan Penyebaran COVID-19, agar segera mengevaluasi hal tersebut.

“Ini harus dievaluasi. Kita harus mencari cara yang lebih efektif dan efisien, agar penanggulangan penyebaran COVID-19 di wilayah Minahasa benar-benar diterapkan,” pungkasnya.

Senada, Wakil Ketua DPRD Minahasa Okstesi Pricilia Runtu MH juga menilai, pos-pos penjagaan tersebut perlu dievaluasi kembali agar benar-benar efektif dan efisien. Menurutnya, patut dipertanyakan kompensasi apa yang didapat dari penjagaan pos tersebut.

“Jangan sampai kita mengeluarkan anggaran tapi hasilnya tidak efisien. Dan lagi, penjagaan dan pemeriksaan di pos tersebut harus maksimal agar tidak terkesan hanya formalitas saja supaya dilihat bahwa ada upaya penjagaan padagal hasilnya sama saja,” ujarnya.

Menanggapi hal tersebut, Bupati Minahasa Dr Ir Royke Octavian Roring MSi melalui Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra Setdakab Minahasa Dr Denny Mangala MSi, selaku Koordinator Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Pencegahan COVID-19 Minahasa mengatakan, pos-pos pemantauan di perbatasan Minahasa masih tetap dipertahankan, walaupun banyak yang menyampaikan itu tidak efektif.

“Kita harus melihat dari sisi positifnya. Karena pos-pos ini dibentuk dan didirikan dalam rangka kita memantau orang-orang yang masuk di wilayah Kabupaten Minahasa,” ujar Mangala.

Menurutnya, penjagaan pos-pos pemantauan yang tidak dilakukan 1×24 jam, sudah dikomunikasikan Pemkab Minahasa dengan TNI-Polri. “Alasannya adalah, kita terbatas dari sisi personil. Baik itu dari TNI-Polri maupun dari Pemkab sendiri, sehingga hanya mengefektifkan pada waktu siang hari. Kenapa waktu siang? Karena hampir semua Desa dan Kelurahan di Minahasa melakukan pemantauan. Walaupun ada yang lolos di pos-pos batas wilayah, tapi di Desa dan Kelurahan tetap dijaga,” ungkap Mangala.

Lanjut kata dia, Pemkab Minahasa akan terus mengevaluasi setiap kebijakan yang dikeluarkan demi pencegahan penyebaran COVID19 di Minahasa. “Jadi mana titik lemahnya, itu yang kita evaluasi dan benahi. Tapi kalau sudah bagus kita tingkatkan,” tandasnya.(fernando lumanauw)

Leave a Reply