Minta Perhatian Gubernur, Rarumangkay CS ‘Didepak’ SK Walikota Lumentut

Manado – Hanya dalam rentang waktu setengah tahun, Badan Promosi Pariwisata Daerah Kota Manado atau sering disebut Manado Tourism Board (MTB) telah berganti SK kepengurusan.

Sebelumnya badan ini bekerja dengan mandat SK dari Plt Walikota Ir Roy Roring, namun pekan lalu SK tersebut dianulir dan ditetapkan SK yang baru oleh Walikota Dr Vicky Lumentut sekaligus melantik pengurus yang baru.

Anehnya selain memantik kebingungan tentang status SK baru itu, pelantikan juga membuat resah sejumlah pengurus utama board yang sudah bekerja total hampir enam bulan bersama dukungan penuh para stakeholders pariwisata.

Tiba-tiba mereka diganti di tengah jalan dan tak ada penjelasan apa-apa kemudian sudah berganti SK, di mana nama mereka tak lagi masuk.
Praktis status mereka saat ini mengambang dan seolah ‘terbuang’.

Olehnya salah satu personil MTB selaku PR, Erick Rarumangkay menyatakan sikap mempertanyakan turunnya SK yang baru, di mana status mereka tak jelas saat ini. Erick Rarumangkay didampingi ketua Dr Bet Lagarense, kepada awak media mengkritisi keadaan yang mereka alami.

Apalagi setelah diperhatikan lebih lanjut, ada nama yang sebelumnya eksis di MTB, ternyata ikut dilantik lagi sebagai pengurus di SK yang baru termasuk keterlibatan Kadisparbud Manado Hendrik Waroka yang adalah juga Pembina MTB.

‘’Jujur kami tak mengerti ini apa maksudnya, kok bisa semudah itu sebuah SK diganti di tengah jalan, dan dilaksanakan pelantikan yang baru, apakah memang yang begini sudah menjadi kebiasaan orang pemerintah ?, lalu bagaimana dengan keberadaan kami yang sudah bekerja all out enam bulan sejak SK pertama itu,’’ sentil Rarumangkay.

Personil MTB yang tak lagi diakomodir di pelantikan yang baru menyesalkan penganuliran masa kerja mereka yang sesuai SK lama berdurasi empat tahun.

Belum lagi dampak psikologis di mata publik, karena selama ini menurut Rarumangkay, mereka selalu berinteraksi dengan pola kerja yang profesional serta kolaboratif.

‘’Ini sebuah proses yang menurut kami tak etis dan tak demokratis sama sekali, apalagi kami selama ini selalu menjaga aktualisasi peran dengan pemda, kami bekerja dengan niatan dan motivasi tulus membangun sektor pariwisata kota Manado, janganlah kami dikorbankan seperti ini, sangat tak elegan, kami bisa dipandang lain oleh publik dan ini merugikan kredibilitas kami, ’’ tegas Rarumangkay yang berharap preseden ini dapat menjadi perhatian Gubernur Olly Dondokambey bersama Wagub Steven Kandow yang tengah getol membangun pariwisata daerah ini.

Kemelut ini ikut mendapat perhatian pihak pusat melalui Deputy Pengembangan Promosi Pariwsata Luar Negeri, Prof Pitana yang menyesalkan terjadinya pengabaian peran pengurus utama. Mestinya harus ada mekanisme secara internal untuk mencakapkannya dan tak serta merta melakukan pergantian. ‘’Olehnya masalah ini akan berdampak di pusat nanti’’ tukas Rarumangkay. (tuju)

Leave a Reply