MOGOK MAKAN HARUSNYA (JUGA) DILAKUKAN PARA SOPIR MIKRO MANADO

Catatan : Vebry Deandra

KALAU Walikota Manado, GS Vicky Lumentut begitu merasakan nikmatnya naik Angkutan Kota (Angkot) atau Mikrolet, sebisanya memproteksi para sopir Angkot agar tidak terhempas oleh Transportasi Online. Aksi turun jalan para sopir harus direspon dengan kebijakan dan aturan daerah yang bisa menjamin mereka para sopir Angkot..

Sehingga MOGOK adalah aksi yang dipilih para sopir Angkutan Kota (Angkot) atau Mikrolet di Kota Manado yang merasa mata pencaharian mereka tergerus oleh keberadaan Transportasi Online.

Aksi demonstrasi dengan mengerahkan seluruh kekuatan yang ada untuk yang namanya PERJUANGAN adalah sesuatu yang sah-sah saja bahkan harus demikian adanya untuk menunjukan bahwa para sopir angkot mempunyai hak yang sama untuk dilindungi oleh pemerintah di daerah ini.

Kemajuan informasi dan teknologi tidak ada seorangpun bisa membendungnya atau mencegahnya. Namun, persoalan jaminan kehidupan dan mata pencaharian bagi para sopir Angkot yang adalah bagian masyarakat di kota Manado sudah sewajarnya dan harus diusahakan bahkan diperjuangkan pula oleh pemerintah dan wakil rakyat di gedung DPRD.

Persoalan mata pencaharian adalah soal perut atau penghidupan. Sehingga sepatutnya keberadaan Angkot harus mendapatkan jaminan secara hukum dengan produk aturan di daerah yang pro para sopir mikro. Sebab, jika tidak ada perhatian serius dari pemerintah, maka hal ini akan menjadi ‘bom waktu’ yang siap meledak kapan saja.

Saya tidak menafikan bahwa keberadaan Angkot masih dibutuhkan masyarakat menengah kebawah walau ada plus dan minusnya. Saya juga prihatin dengan mereka yang merasa nyaman dan bahkan TERTAWA TERBAHAK ketika aksi demonstrasi dengan ketidak-adaan Angkot di jalan-jalan Kota Manado membuat senang mereka yang nyaman berada dibelakang sopir plat hitam dengan AC mendinginkan otak mereka, hingga tak peka lagi dengan keberadaan sopir Angkot menjerit dalam keterbatasan itu.

Siapakah kita dengan gampangnya mengklaim bahwa Angkot sudah tidak dibutuhkan warga Kota Manado ? Sudahkah anda-anda melakukan penelitian bahwa keberadaan Mikro sudah tergantikan Transportasi Online ? Dan apakah keadaan itu harus dibiarkan oleh PEMERINTAH yang hanya pro para pengusaha dan masyarakat atas ?

Sopir Angkot menjerit bukan minta dikasihani, bukan memelas dari para Penguasa… Namun kewajiban PEMERINTAHLAH yang dituntut para sopir Angkot untuk benar-benar bisa menjaminkan bahwa mereka-mereka bisa hidup layak dengan regulasi ataupun kebijakan yang pro terhadap masyarakat kecil.

TERUSLAH BERJUANG KAWAN-KAWANKU PARA SOPIR ANGKOT. KALAU PERLU KALIAN MELAKUKAN DEMONSTRASI DAMAI DENGAN AKSI MOGOK MAKAN.

Aksi mogok makan sudah banyak berhasil dalam sejarah aksi demonstrasi di dunia. Lihat saja apa yang dilakukan tokoh dunia Mahatma Gandhi bisa disebut sebagai penggerak aksi mogok makan paling terkenal dalam sejarah. Gandhi terlibat dalam dua aksi mogok makan terkenal, yaitu protes mengenai aturan Inggris untuk pemilu di India yang berdasarkan kasta dan mengenai otokrasi aturan di India yang baru merdeka.

Meskipun ia sendiri berada di golongan kasta atas, Gandhi tetap percaya, pembagian kelas sosial menggunakan kasta bukanlah hal yang adil. Oleh karenanya, ia tetap konsisten memperjuangkan emansipasi rakyat India.

Gandhi adalah seorang politisi yang melakukan demonstrasi tanpa kekerasan. Metodenya tersebut merupakan strategi efektif dalam merongrong peraturan Inggris di India. Ini telah menjadi bentuk budaya yang mapan untuk mencari keadilan di abad ini pula.

KALAU GANDHI BISA, KENAPA TIDAK MUNGKIN BAGI PARA SOPIR ANGKOT.. AKSI DEMONSTRASI ADALAH PERJUANGAN HIDUP KETIKA KITA TIDAK MEMPEROLEH KEADILAN DARI PENGUASA.. SAYA MENDUKUNG AKSI KALIAN PARA SOPIR ANGKOT ASALKAN SECARA DAMAI DAN BERADAB! MAJU TERUS PANTANG MUNDUR….(vebry deandra)

Leave a Reply