OTT ADM dan Ketua PT Manado Dalam Refleksi Penegakan Hukum

Penulis : Sofyan Jimmy Yosadi, SH (Praktisi Hukum)

KASUS OTT (Operasi Tangkap Tangan) yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap Ketua Pengadilan Tinggi Manado dan anggota DPR RI dapil Sulut ADM terus bergulir. Hari minggu kemarin KPK melakukan penggeledahan di kantor Pengadilan Tinggi Manado dan rumah dinas Ketua Pengadilan Tinggi Manado.

Diskusi mengenai kasus ini semakin ramai di group WA juga media sosial facebook. Tanggapan saya soal sahabat saya ADM yang ditangkap justru ditanggapi beragam. Hal ini biasa saja, semua bebas berpendapat dan berbeda pendapat namun selayaknya kita semua menghormati proses hukum.

Saya tetap mendukung KPK dalam rangka penegakan hukum juga upaya pemberantasan korupsi yang sangat luar biasa di negeri ini. Dalam kepengurusan Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Perhimpunan Advokat Indonesia (PERADI) yang dipimpin Ketua Umum Dr. Luhut MP Pangaribuan, LLM. dan Sekjen Sugeng Teguh Santoso, SH. saya mendapatkan kepercayaan dan menjalankan tugas pengabdian di bidang Probono dan Bantuan Hukum bersama Rekan Advokat Saor Siagian, SH. yang menjadi pengacara KPK dan aktif membela KPK.

Sikap saya terhadap sahabat saya ADM lebih kepada sisi kemanusiaan dan sebagai Advokat tentu jiwa saya adalah “membela” bukan “menjatuhkan vonis” sebagaimana tugas dan wewenang seorang hakim dan bukan “menuntut” yang merupakan tugas seorang Jaksa.

Pembelaan seorang Advokat lebih kepada kepentingan agar proses hukum berjalan dengan baik, lancar dan tentu tujuannya agar seseorang yang diperhadapkan dengan proses hukum mendapatkan hak-haknya sesuai dengan yang diatur dalam peraturan perundang-undangan serta proses hukum tersebut tidak melanggar hukum dan hak asasi manusia. Pembelaan seorang Advokat bukan pada menyetujui perbuatan pidana seseorang dan tujuan pembelaan bukan sekedar membebaskan seseorang apalagi berkaitan dengan tindak pidana korupsi.

Perbuatan ADM yang menyuap ketua Pengadilan Tinggi Manado dan terkena OTT KPK mempunyai konsekwensi hukum yang sangat luar biasa. Jelas, ADM dan Ketua Pengadilan Tinggi Manado akan didakwa sesuai dengan Tindak pidana korupsi yang diatur dalam UU No. 31 Tahun 1999 sebagaimana yang diperbaharui dengan UU No. 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Jenis tindak pidana korupsi penyuapan aktif atau memberi suap kepada hakim atau advokat diatur dalam Pasal 6 ayat (1) huruf a UU Tipikor, yaitu “Dengan maksud untuk mempengaruhi putusan perkara yang diserahkan kepadanya untuk diadili.” Pasal 6 ayat (1) huruf b, yaitu“Dengan maksud untuk mempengaruhi nasihat atau pendapat yang akan diberikan berhubung dengan perkara yang diserahkan kepada pengadilan untuk diadili.”

Adapun Pasal 6 Ayat 1 UU Tipikor memuat ancaman pidana penjara paling singkat tiga tahun dan paling lama 15 tahun, serta pidana denda paling sedikit Rp 150 juta dan paling banyak Rp 750 juta.

Dalam teori hukum pidana ada prinsip “actus reus non facit reum nisi mens sit rea”, tiada pidana tanpa kejahatan. niat jahat (mens rea) dan perbuatan jahat (actus reus) merupakan unsur penting dalam pembuktian terjadinya tindak pidana.

Istilah “mens rea” merupakan istilah yang dipakai oleh negara-negara common law untuk menandakan “kesalahan” pada perbuatan seseorang.

Berbicara tentang “Niat Jahat (Mens Rea)” dalam suatu pemidanaan, maka secara esensinya tidak terlepas dari adanya “kehendak bebas” pada diri manusia. Dalam kajian hukum pidana, “kehendak bebas” melahirkan dua aliran dalam tujuan pemidanaan (pertanggungjawaban pidana), yaitu aliran klasik (clasical school) dan aliran positif. Aliran (clasical school) memandang bahwa manusia mempunyai kehendak bebas untuk berbuat sesuatu. Ketika perbuatan manusia itu bertentangan dengan hukum (melakukan kejahatan), maka seseorang harus mau bertanggung jawab atas perbuatannya tersebut.

Perbuatan seseorang tidak bisa hanya dilihat dari aspek yuridis semata terlepas dari orang yang melakukannya. Perbuatan seseorang itu harus dilihat secara konkrit bahwa dalam kenyataannya perbuatan seseorang itu dipengaruhi oleh watak pribadinya, faktor-faktor biologis, maupun faktor-faktor lingkungan. Bentuk pertanggungjawaban sipembuat lebih bersifat tindakan (treatment) untuk melindungi kepentingan masyarakat.

Perbuatan sahabat saya ADM adalah tindak pidana sebagaimana diatur dalam UU Tipikor berkaitan dengan penyuapan terhadap ketua Pengadilan Tinggi Manado. Tapi, ADM bukanlah seorang Koruptor yang merugikan keuangan negara. Mens Rea dalam perbuatan ADM lebih kepada keinginannya agar Mamanya, Ibundanya yang terkasih, yang telah melahirkan dan membesarkannya bisa mendapatkan keringanan hukuman bahkan mungkin dibebaskan dalam proses upaya hukum banding di PT Manado.

ADM adalah anak yang baik dan berbakti. ADM telah kehilangan ayah yang dikasihinya, meninggal di tahun 2010. Mamanya adalah orangtua satu-satunya yang akan dibela, diperjuangkan dan apapun akan dilakukannya demi Mamanya tercinta. Pengorbanan ADM luar biasa, karir politik yang hebat dan reputasinya dipertaruhkan. ADM yang saya tahu dan kenal adalah sosok pribadi yang baik, tidak merokok dan tidak suka minuman beralkohol apalagi mengkonsumsi Narkotika dan obat-obat terlarang. Bahkan, ADM aktif dalam kegiatan keagamaan.

Kini, ADM harus mempertanggungjawabkan perbuatannya. ADM mengalami peristiwa yang mungkin tidak akan diduga seumur hidupnya. Peristiwa ini menjadi Pembelajaran penting dalam hidupnya. Saya pribadi mendoakan sahabatku ini agar tabah dan menerima semua proses hukum yang akan dijalaninya. Siapa saja di dunia ini mungkin akan mengalami hal terpuruk dalam hidupnya. Jatuh terjerembab dalam kekelaman. Namun, saya yakin ADM akan sadar dan jera hingga tidak akan mengulangi perbuatannya. ADM masih muda, bangkitlah dan jalani hukuman. Suatu saat ADM bisa kembali berkiprah dalam karir politik yang gemilang karena sesungguhnya ADM bukan koruptor yang merugikan negara.

Saya suka mengutip pendapat Cessare Beccaria (1738-1794) dan Jeremy Bentham (1748-1832). Beccaria dalam bukunya yang berjudul dei Delitti e Delle Pene (1764) menegaskan bahwa tujuan pemidanaan adalah untuk mencegah seseorang supaya tidak melakukan kejahatan, dan bukan sebagai sarana balas dendam masyarakat.

Support saya untuk sahabatku ADM, jalani hukuman dan bangkitlah kembali dari keterpurukan. Anda orang baik, anak yang berbakti …

Support saya untuk KPK untuk terus memberantas korupsi yang semakin menggila di Republik ini. Korupsi adalah kejahatan luar biasa. Apalagi keinginan para politisi yang ingin membubarkan KPK harus kita lawan bersama.
#Save KPK

Advokat “Officium Nobile” Profesi Mulia & Terhormat..(***)

Leave a Reply