Parfi 56 Sulut Gelar “Road To Indonesian Film Festival 2018”, Gubernur OD Canangkan Sulut Destinasi Film Indonesia

Manado – Persatuan Artis Film Indonesia (Parfi) 56 Sulawesi Utara (Sulut), menggelar sosialisasi dan workshop “Road To Indonesian Film Festival 2018”, bertempat di Mantos 3 Kota Manado, Jumat (30/11) hingga Sabtu (01/12), yang dirangkaikan dengan pencangan “Sulut Destinasi Film Indonesia”, oleh Gubernur Sulut Olly Dondokambey SE.

Ketua Parfi 56 Sulut Djein Leonora Rende SE Ak, dalam laporannya mengatakan, kegiatan ini dilaksanakan bekerja sama Parfi 56 Parfi 56 Pusat, dalam rangkaian Road To Indonesian Film Festival 2018, yang akan di laksanakan di Jakarta akhir Desember nanti.

“Kegiatan ini kami laksanakan sudah Dua hari, kemarin kami laksanakan workshop yang diikuti 150 peserta, terdiri dari pelajar tingkat SMA, kemudian Mahasiswa dan kelompok-kelompok YouTuber, serta sanggar kreatif lainya, dengan tujuan menggali bakat bakat seni peran dari anak-anak muda untuk menunjang kreatifitas, khususnya yang ada di Sulut, karena perkembangan industri perfilman dimulai dengan generasi muda yang berbakat,” pungkasnya.

Akan hal ini, Ketua Parfi 56 Pusat Marsella Zalianty, dalam sambutannya pun mengapresiasi pengurus Parfi 56 Sulut yang diketuai Djein Leonora Rende ini, karena sukses menggelar kegiatan ini selama dua hari di Manado.

“Kami memberikan apresiasi kepada pengurus Parfi 56 Sulut karena telah mensukseskan acara Road To Indonesian Film Festival ini di Manado, dimana Manado boleh dipilih untuk menggelar iven tahun ini. Terima kasih karena sudah mengawali rangkaian workshop dan memberikan ruang bagi film pendek, serta untuk pertama kali akan digelar festival film pendek. Film pendek memberi ruang bagi generasi muda dan masyarakat pencinta film sehingga bisa berkontribusi,” ujarnya sembari pula mengapresiasi tema yakni Cinta Anak Negeri, yang menurutnya lewat film bisa memberikan inspirasi kecintaan kepada bangsa dan negara.

“Kedepannya kami berharap bisa menghadirkan bioskop rakyat agar film Indonesia lebih mendapatkan ruang dan film Indonesia bisa ditonton semua kalangan masyarakat. Sebab, di bioskop-bioskop besar film Indonesia kerap kalah bersaing dengan film-film Amerika, karena sebagus apapun film Indonesia digarap akan sulit survive bila tak ada ruang yang lebih untuk dapat ditonton. Saya juga berharap Parfi 56 Sulut melahirkan aktor dan aktris lokal dengan kemampuan akting yang baik dan mampu melahirkan film yang berkualitas,” pungkasnya.

Sementara, Gubernur Sulut Olly Dondokambey yang hadir, Sabtu (01/12) sore, mengucapkan terima kasih kepada Parfi 56, karena memilih Sulut jadi satu daerah untuk dilakukannya sosialisasi Film Indonesia 2018.

“Mudah-mudahan dengan adanya kegiatan seperti ini Sulut lebih mendapat tempat untuk industri perfilman hadir di Sulut. Kami berharap Parfi 56 Sulut semakin giat dan meningkatkan prestasi kerja sehingga bisa mengajak para sutradara berbakat, untuk bekerjasama dengan Pemprov Sulut memproduksi film Sulut,” tukasnya, yang selanjutnya mencanangkan Sulut Sebagai Destinasi Film Indonesia.(fernando lumanauw)

Leave a Reply