PDAM Minahasa Akui Bukan Pengelolah IPA di Kamangta

Instalasi Pengolahan Air di Desa Kamangta Kecamatan Tombulu, bantuan pemerintah pusat yang hingga kini belum dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat.

Instalasi Pengolahan Air di Desa Kamangta Kecamatan Tombulu, bantuan pemerintah pusat yang hingga kini belum dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat.

Minahasa – Meski kesulitan air bersih, Desa Kamangta, Sawangan dan Tikela Kecamatan Tombulu nampaknya masih harus bersabar.

Pasalnya, pihak Perusahan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Minahasa ketika ditantang menjawab persoalan air bersih di wilayah tersebut justru terkesan mengelak.

Alasan PDAM Minahasa, pihaknya tidak memiliki kewenangan untuk mengelolah Instalasi Pengolahan Air (IPA) di Desa Kamangta yang ada saat ini, yang merupakan bantuan Kementrian Pekerjaan Umum Repoblik Indonesia tahun 2011 tersebut, senilai Rp 2 miliar.

Dirut PDAM Minahasa, Robby Dondokambey, melalui Kepala Bagian Teknik PDAM Minahasa, Max Tinggogoy, ketika dikonfirmasi Cybersulutnews.co.id, Senin (09/02) mengatakan, Desa Kamangta memang belum terlayani instalasi air bersih dari PDAM Minahasa.

Menurutnya, masyarakat hanya mengandalkan air bersih IPA dari hasil proyek bantuan pemerintah pusat yang pengelolaannya justru ditangani langsung oleh Desa setempat, sehingga PDAM Minahasa tidak memiliki kewenangan.

“Sewaktu proyek itu selesai dibangun beberapa tahun yang lalu, proyek tersebut langsung diserahkan ke Desa karena permintaan warga Desa dan dikelolah langsung managemennya oleh pemerintah setempat, jadi tidak diserahkan ke PDAM Minahasa. Sehingga, PDAM selama ini memang tidak pernah ikut campur dengan pengelolaan IPA tersebut,” terang Tinggogoy, sembari menambahkan akan mencarikan solusi terkait permasalahan tersebut.

Diberitakan sebelumnya, warga di ketiga Desa ini ‘menantang’ Dirut PDAM Minahasa, Robby Dondokambey, yang baru dilantik Bupati Minahasa, Drs Jantje Wowiling Sajow MSi (JWS) beberapa waktu, untuk menjawab kebutuhan air bersih masyarakat ini dengan memfungsikan bantuan air bersih yang terletak di Desa Kamangta.

Bahkan, Hukum Tua Desa Kamangta, Johan Regar, juga mengatakan, hingga kini pihaknya belum pernah mendapatkan bantuan dari Pemerintah Kabupaten Minahasa pasca bencana alam beberapa waktu lalu yang menyebabkan instalasi pipa swadaya masyarakat sepanjang sekitar 1 kilometer rusak.

“Kami sudah pernah bermohon melalui anggota DPRD dan Pemkab Minahasa, tapi sampai sekarang belum ada realisasi. Harapan kami, karena di Desa Kamangta sudah ada proyek air bersih, sebaiknya proyek air bersih senilai Rp 2 Miliar ini dapat segera dinikmati masyarakat. Mudah-mudahan dengan dilantiknya pak Dondokambey sebagai Dirut PDAM Minahasa, proyek yang diperuntukkan bagi Desa Sawangan, Kamangta dan Tikela sudah bisa dinikmati,” ujar Regar.

Sebagaimana informasi diperoleh Cybersulutnews.co.id, kita ketahui bahwa, proyek bantuan pemerintah pusat untuk air bersih ini telah selesai sejak beberapa tahun yang lalu. Namun sampai saat ini, air bersih yang diharapkan warga ini tidak pernah ada dan belum dinikmati masyarakat tiga desa tersebut. Saat ini, kondisi instalasi air bersih memprihatinkan dan penuh rumput.(fernando lumanauw)

Leave a Reply