PDAM Tata, Perbaiki dan Inventarisasi Ulang 19.266 Sambungan Pelanggan Air Bersih di Minahasa

Minahasa – Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Minahasa, mulai melakukan penataan, perbaikan serta inventarisasi ulang, 19.266 sambungan pelanggan air bersih di Kabupaten Minahasa.

Hal ini dikatakan Direktur Utama (Dirut) PDAM Minahasa Arnold Winowatan SH DEA, ketika ditemui Cybersulutnews.co.id, Selasa (27/03) pagi, diruang kerjanya. Menurutnya, penataan, perbaikan dan inventarisasi ini dilakukan secara bertahap hingga selesai.

“Kita akan awali dari Kecamatan Tondano Selatan, dimana di Kecamatan ini ada 1.648 sambungan, tapi tidak aktif ada 674 sambungan, sedangkan yang aktif sebanyak 974 sambungan hingga akhir tahun lalu. Untuk sambungan tidak aktif itu artinya, tidak lagi membayar tapi air tetap mengalir. Nah, itu yang akan kami tertibkan, karena siapapun dia, namanya pelanggan tetap harus membayar tagihan,” terang Winowatan, sembari menepis anggapan oknum-oknum tertentu yang beranggapan bahwa ada wilayah-wilayah tertentu yang gratis air dari PDAM Minahasa, seperti di Kelurahan Koya.

“Tidak ada wilayah tertentu di Minahasa ini yang gratis air dari PDAM, seperti yang disangkakan oknum-oknum tertentu, apalagi bila dikait-kaitkan dengan Pilkada. Jadi semua pelanggan harus bayar tagihan,” tandasnya.

Lanjut dikatakan Winowatan, selain melakukan penertiban sambungan pelanggan, pihaknya juga akan melakukan penertiban yang bersifat kedalam, dimana dirinya akan menindak karyawan-karyawan PDAM Minahasa ‘nakal’ yang tak jujur soal sambungan dan tagihan di pelanggan.

“Ada juga karyawan-karyawan ‘nakal’ yang akan kita tindak. Kami dapati ada pemasangan sambungan air dari PDAM, tapi sambungan tersebut tidak dilapor ke kantor, sehingga tidak ada data sambungan. Ini yang disinyalir jadi ladangnya oknum karyawan ‘nakal’ tersebut mengasilkan,” tandasnya.

“Tujuan utama dari penertiban ini tentunya kan untuk pelayanan yang lebih baik dari PDAM. Dengan masyarakat membayar tagihan secara rutin, itu juga kan bagian dari peningkatan pelayanan kepada masyarakat, karena biaya perawatan kita cukup mahal. Mesin pompa air kita sudah banyak yang tua, jadi kalau rusak biaya perbaikannya cukup tinggi,” tukasnya.(fernando lumanauw)

Leave a Reply