Pelayanan BPJS Kesehatan Di RSUD Tondano Dipertanyakan

Dirut RSUD Sam Ratulangi Tondano, dr Maryani Suronoto MBiomed

Dirut RSUD Sam Ratulangi Tondano, dr Maryani Suronoto MBiomed

Minahasa – Pelayanan kesehatan bagi pemegang kartu Badan Penyelenggara Jaminan Kesehatan (BPJS) Kesehatan, di RSUD Sam Ratulangi Tondano, dikeluhkan pasien.

Pasalnya, pasien harus mengeluarkan anggaran lebih untuk menebus resep yang diberikan dokter, karena obat dalam resep tak ada di apotek rumah sakit.

“Sudah lima kali dapat resep tapi semuanya harus ambil di apotek diluar rumah sakit, karena alasannya obat dalam resep lagi kosong di apotek rumah sakit,” ujar Syeni, warga Desa Tonsealama Kecamatan Tondano Utara yang suaminya sementara dirawat inap.

Belum lagi, dikatakan Syeni, ketika hendak periksa darah di labolatorium rumah sakit, dirinya harus membayar ongkos mencapai Rp. 180 ribu.

“Kalau semuanya harus berbayar, untuk apa kartu BPJS Kesehatan yang kami miliki,” ujarnya.

Dirut RSUD Sam Ratulangi Tondano, dr Maryani Suronoto MBioed, ketika dikonfirmasi CSN, Selasa (01/04), terkait hal ini mengatakan, RSUD akan melakukan penggantian biaya bila pasien mengeluarkan uang untuk mengambil resep diluar rumah sakit.

“Pihak rumah sakit akan mengganti biaya resep pasien yang mengambil obat diapotek luar, dengan menyertakan kwitansi dari apotek dan nama obat yang diambil, asalkan obat tersebut masuk dalam daftar obat yang ditanggung BPJS Kesehatan seperti obat generik dan obat yang masuk DPHO,” ujar Suronoto, sembari menambahkan, pasien dapat langsung bertanya kepada dokter bila ada keluhan soal resep.

“Silakan tanya langsung ke dokter yang memberikan resep, apakah obatnya tertanggung dalam BPJS atau tidak. Pasien sebaiknya meminta kepada dokter agar memberikan resep obat generik yang ada dalam daftar BPJS, terkecuali memang obat yang sangat diperlukan tidak ada dalam daftar maka pasien memang harus membayar,” terang Suronoto pula.(fernando lumanauw)

Leave a Reply