Pemkab Minahasa Gelar Sosialisasi Jurnalistik Hebat Tangkal Hoax

Minahasa – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Minahasa melalui Bagian Humas dan Protokol Sekretariat Daerah Kabupaten (Setdakab) Minahasa, menggelar sosialisasi “Jurnalistik Hebat Tangkal Hoax”, bertempat di ruang sidang Kantor Bupati Minahasa, Kamis (05/04) pagi.

Kegiatan yang dibuka Penjabat Bupati Minahasa Drs Royke Herkules Mewoh DEA, yang diwakili Asisten III Bidang Administrasi Umum Setdakab Minahasa Hetty Rumagit SH ini, menghadirkan nara sumber yakni Kapolres Minahasa AKBP Chris R Pusung SIK.

Pj Bupati Mewoh dalam sambutan tertulis yang dibacakan Rumagit, mengingatkan peserta yang hadir, yakni dari unsur perwakilan Satuan Kerja Perangkat Daerah di Minahasa dan seluruh insan Pers yang meliput di Minahasa, soal pentingnya berlaku bijak saat menyebar informasi maupun mengakses informasi melalui media sosial (Medsos), sebab menurutnya, banyak informasi di Medsos ternyata tidak benar alias hoax.

”Kita sekarang berada di era digital. Informasi begitu mudah diakses baik melalui media internet maupun media lainnya. Untuk itu, perlu saya ingatkan kita harus bijak menggunakan sarana medsos tersebut agar tidak menyebarkan berita bohong atau hoax,” kata Rumagit.

Rumagit mengingatkan agar dalam menyebar berita, informasi atau tautan di Medsos, hendaknya meneliti terlebih dahulu, apakah informasi yang di ”share” itu akurat dan dapat dipertanggung-jawabkan atau tidak.

”Teliti dulu sumbernya sebelum mengklaim informasi tersebut. Apalagi saat ini menjelang Pilkada, banyak akun palsu yang bermunculan. Ingat ada ancaman hukuman 6 tahun sesuai undang undang IT, jika kita menyebar berita hoax,” pungkasnya.

Sementara, Kapolres Chris Pusung dalam pemaparannya, mengangkat soal bahaya menyebar informasi palsu dari sudut pandang hukum. Menurutnya, informasi sesat dapat mengancurkan bangsa, sehingga penindakan tegas terhadap penyebar hoax dilakukan pihak Kepolisian.

“Hati-hati dalam menyebar informasi, sebab beberapa negara yang dahulu maju hancur karena hoax. Informasi palsu dapat menghasut siapa saja, untuk itu kita harus cermat menangkap informasi maupun menyebar informasi,” ujar Pusung.(fernando lumanauw)

Leave a Reply