Pemkab Minahasa Intens Selamatkan Danau Tondano Meski Ditengah COVID-19

Minahasa – Meski belakangan ini diperhadapkan dengan pandemi COVID-19 yang cukup menguras energi dan anggaran, langkah penyelamatan Danau Tondano dari kepunahan akibat bahaya Eceng Gondok, oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Minahasa, tak kendor.

Program Pemkab Minahasa ‘Lume’os In Lour Toudano’ yang digagas Bupati Minahasa Dr Ir Royke Octavian Roring MSi dan Wakil Bupati Robby Dondokambey SSi (ROR-RD), tetap dilaksanakan tanpa henti.

Kolaborasi antara Pemkab Minahasa melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dan Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara, dalam hal ketersediaan anggaran dan sarana prasarana penunjang pun terus digiatkan.

“Sejak dicanangkan gerakan pengangkatan EG di Danau Tondano awal Januari lalu, Pemkab Minahasa dibantu Pemprov Sulut dengan melibatkan alat berat, terus melakukan aktivitas pengangkatan Eceng Gondok,” ujarnya.

Tak hanya itu, masyarakat yang saat ini terkena dampak COVID-19 ikut dilibatkan Pemkab Minahasa melalui program padat karya tunai pengangkatan Eceng Gondok, dengan tetap mengedepankan protokol kesehatan yang ketat.

“Bahkan, saat ini kita memberdayakan masyarakat sekitar untuk terlibat mengangkat Eceng Gondok dengan dana padat karya, agar masyarakat yang terdampak COVID-19 yang mau bekerja kami pekerjakan, yang tentunya tetap memperhatikan protokol kesehatan,” terang Bupati.

Sementara, kondisi Danau Tondano sesuai data yang ada di DLH Minahasa dari tahun ke tahun, pendangkalan terlihat sangat signifikan terjadi. Dimana, pada tahun 1939, kedalaman Danau Tondano mencapai 43 meter. Pada tahun 1992 tinggal 19 meter dan pada 2015 lalu tinggal 14,5 meter.

Tak hanya itu, penyempitan Danau Tondano juga signifikan terjadi beberapa tahun belakangan. Dari data yang ada, tahun 1939 luas Danau Tondano mencapai 5.600 hektar. Di tahun 1992, luasnya tinggal 4.800 hektar, tahun 2009 tinggal 4.650 hektar dan di tahun 2015 lalu tinggal 3.925 hektar.

Untuk itu, Pemkab Minahasa tetap intens melakukan pembersihan Eceng Gondok dari Danau Tondano, dimana gulma ini merupakan salah satu penyebab utama terjadinya pendangkalan dan penyempitan danau.(advetorial)

Leave a Reply