Pemkot Tomohon Atur Peredaran Daging Anjing di Pasar Extreme

Tomohon – Pemerintah Kota Tomohon bersama tim terkait terus berupaya untuk mengkampanyekan untuk menurangi bahkan stop konsumsi daging anjing dari luar daerah.

Hal ini penting untuk memberikan jaminan keamanan dan kesehatan bagi seluruh komponen warga masyarakat Kota Tomohon. Agar terhindar dari beragam penyakit yang diakibatkan oleh mengkonsumsi daging anjing yang dari luar Tomohon, seperti disampakkan Sekda Ir Harold Lolowang MSc MTh.

“Adapun sajian anjing ini dikenal dengan istilah rintek wuuk atau biasa disingkat RW Istilah berasal dari bahasa Manado yang berarti ‘bulu halus’,” kata Lolowang.

“Pada kesempatan ini Pemerintah Kota Tomohon menghimbau dan mengajak seluruh masyarakat Kota Tomohon agar mengurangi atau stop konsumsi daging anjing yang di baeah dari luar Tomohon dan di jual di Pasar extrim Tomohon,” himbau Lolowang, Kamis (03/10/2019).

Pemkot pun mengingatkan kepada para camat dan lurah untuk menginformasikan kepada masyarakat dalam setiap kesempatan agar masyarakat mengurangi konsumsi daging anjing dalam setiap acara syukur dan pesta pernikahan ataupun yang di jual di warung makan.

“Dihimbau juga kepada pedagang di Pasar Tomohon agar tidak lagi menjual hewan anjing dalam kerangkeng di pasar tetapi menempatkan kerangkeng tersebut di tempat yang semestinya,” lanjutnya.

Lolowang menghimbau pedagang anjing di pasar Tomohon diminta untuk tidak lagi melakukan pembantaian anjing di pasar Tomohon, serta memperhatikan kelayakan dan kesehatan anjing yang di jual kepada masyarakat. Untuk pembantaian anjing, agar jangan dilakukan dipasar atau tempat publik tetapi di tempat tersendiri.

Pemkot dan tim terkait yang sepakat mengurangi atau stop konsumsi daging anjing yakni Sekretaris Kota Tomohon, Kadis Pertanian dan Peternakan, Kadis Kesehatan bersama para Dokter, Bagian Humas dan Protokol, Para dokter Hewan, Tim dari DMFI dan Kasubag Pemberitaan serta para pencinta binatang. (mar)

Leave a Reply