Penyaluran PKH di Manado Jangan Salah Sasaran

Manado – Program Keluarga Harapan (PKH) adalah pemberian uang tunai kepada rumah tangga sangat miskin (RTSM) yang merupakan program dari pemerintah pusat. Khususnya di Kota Manado, saat ini sudah masuk penyaluran tahap kedua. Jumlah dana yang disalurkan untuk tahap 1 dan 2 sekira Rp3.859.427.500. Dengan dana yang besar tersebut, lembaga DPRD Kota Manado mengingatkan, agar dalam penyaluran bantuan tersebut tidak menimbulkan permasalahan di kemudian hari.

“Jangan sampai ada lagi warga yang datang keluhkan tentang ketidakadilan dalam pembagian,” tegas anggota Komisi D DPRD Manado Abdul Wahid Ibrahim.

Menurutnya, pemerintah dalam hal pendataan harus lebih teliti. Dikatakan demikian, karena didasari banyak pengalaman. “Setelah dikroscek ternyata pendataan yang tidak valid. Ada yang dapat bantuan, ada yang tidak. Jadi jangan coba-coba. Bantuan ini anggarannya besar. Makanya harus tepat sasaran. Kita akan awasi,” tandasnya.

Kepala Dinas Sosial Kota Manado Frans Mawitjere saat dikonfirmasi menjelaskan, data keluarga yang dapat menjadi peserta PKH didapatkan dari basis data terpadu dan memenuhi sedikitnya satu kriteria kepesertaan program berikut yaitu memiliki ibu hamil/nifas/anak balita. Memiliki anak usia 5-7 tahun yang belum masuk pendidikan dasar (anak pra sekolah).

“Anak usia SD/MI/paket A/SLB usia7-12 tahun, SLTP/MTs/paket B/SMLB usia 12-15 tahun. Kemudian SMTA/MAN/paket C/SMLC usia 16-18 tahun. Dan terakhir, anak 15-18 tahun yang belum menyelesaikan pendidikan dasar termasuk anak disabilitas,” paparnya.

Lebih jauh dikatakannya, skenario bantuan PKH tahun ini, untuk bantuan tetap Rp 500 ribu dibayar 1 kali tahap pertama. Bantuan bagi KSM dengan ibu hamil, nifas, menyusui, anak balita Rp 1,2 juta/tahun. Anak SD/MI rp450 ribu, SMP/MTs Rp750 ribu, SMA/MAN Rp 1juta/tahun.

“Untuk bantuan minimum/KSM Rp 950 ribu dan bantuan maksimum/KSM Rp 3,9 juta/tahun,” terangnya.

Mekanismenya, lanjut Mawitjere, diserahkan lewat kantor pos. Bila ternyata masih ada yang mengeluhkan, dirinya meminta agar warga tidak perlu khawatir. Karena, bantuan ini, menurutnya, dianggap masih efektif dalam program perlindungan sosial.

“Terutama bagi kesehatan ibu hamil dan pendidikan anak sekolah. Jadi program nasional ini akan terus berlanjut,” ujarnya sembari berharap bantuan tersebut bermanfaat bagi keluarga penerima.(erick)

Leave a Reply