Per Bulan Rp.130 Ribu, Gaji Guru Honorer Bitung Tak Manusiawi

Viktor Tatanude, SH prihatin dengan gaji guru honorer di Bitung

Viktor Tatanude, SH prihatin dengan gaji guru honorer di Bitung

Bitung- Keberadaan guru honorer di Kota Bitung sangat memiriskan. Pasalnya gaji guru honorer oleh pihak sekolah hanya dibayarkan Rp. 130 Ribu per bulannya.

Lebih parah lagi Pemerintah Kota (Pemkot) Bitung tak pernah menganggarkan mengenai honor guru yang manusiawi, padahal anggaran APBD untuk makan minum pejabat nilainya cukup besar.

Hal ini terungkap dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi A DPRD bersama seluruh kepala sekolah dasar (SD) se kota Bitung digelar di ruang sidang DPRD Bitung, Kamis (6/7/2017).

“Pembayaran gaji guru honorer kami hanya menyesuaikan dengan besaran Dana Bantuan Operasi Sekolah (BOS). Semakin kecil dananya semakin kecil gaji guru honorer,” terang kepala-kepala sekolah.

Mereka mengaku prihatin dengan kondisi itu. Namun demikian, untuk mengatasinya mereka tidak punya daya dan tidak punya sumber dana selain dana BOS.

Ketua Komisi A, Victor Tatanude SH, menyarankan Dinas Pendidikan Bitung ada baiknya memanfaatkan APBD.

“Satu-satunya cara bayar pakai anggaran APBD supaya gaji guru honorer bisa manusiawi. Usulan ini sudah lama disampaikan. Makanya saya merasa kesal sampai sekarang tidak ditindak lanjuti, mana bisa yang begini saja tidak terpikir. Tinggal diusulkan saja ke tim anggaran dan bahas di dewan. Kami pasti akan setuju karena ini prioritas. Pendidikan itu termasuk kebutuhan dasar untuk masyarakat,”jelas Tatanude.

“Kalau memang anggaran kegiatan lain harus dipangkas, itu tidak apa. Tinggal pilih mana yang bukan prioritas, misalnya anggaran makan minum atau bangun gedung yang belum mendesak. Masih lebih penting gaji guru ketimbang kegiatan lain yang belum tentu bermanfaat. Sebab ini menyangkut masa depan anak-anak kita,” tuturnya.

Hal serupa disampaikan Anggota Komisi A Franky Julianto ST menurutnya, jika memang sektor pendidikan jadi prioritas, harusnya Pemkot Bitung menunjukan bukti.

“Ini menyangkut komitmen. Kalau betul punya komitmen yang kuat untuk memajukan pendidikan, seharusnya hal ini tidak boleh muncul. Buktinya tahun lalu ada anggaran pendidikan yang tidak terpakai, kalau tidak salah jumlahnya Rp 3 Miliar. Nah, kalau itu yang dipakai untuk membayar gaji guru honorer, pasti masalah ini tidak akan muncul,” sorot Julianto.

Menanggapi sorotan Komisi A tersebut, Sekretaris Dinas Pendidikan Bitung Betty Worung, berjanji akan berbenah. Ia mengaku akan mengupayakan perbaikan terhadap gaji guru honorer.

“Kami akan menindaklanjuti masukan ini. Kami juga sangat prihatin melihat kesejahteraan mereka guru honorer,”terang Worung.(ferry bolung)

Leave a Reply