Pertama di Minahasa, Tiga Sekolah di Minahasa Jadi Percontohan Pelaksanaan UNBK

Minahasa – Sebanyak tiga sekolah tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kabupaten Minahasa jadi percontohan melaksanakan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) pada tanggal  2,3, 4 dan 8 Mei 2017 mendatang.

Menurut Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Minahasa Drs Arody A Tangkere MAP, kepada Cybersulutnews.co.id, Selasa (07/03) mengatakan, ketiga sekolah yang akan jadi percontohan tersebut yakni, SMP Negeri 2 Tondano, SMP Negeri 3 Tondano dan SMP Negeri 1 Kawangkoan.

“Ini merupakan program Nasional dan pertama kali di Minahasa. Dan untuk sementara di Minahasa ketiga sekolah ini yang jadi percontohan. Karena perdana, tentu sejumlah persiapan bagi anak didik telah dilakukan, yang telah kami arahkan ke sekolah-sekolah pelaksana, terutama dalam hal ini adalah penguasaan Komputer oleh anak didik,” terang Tangkere.

Kepala SMPN 2 Tondano, Hanna Kamagi SPd MPd

Kepala SMPN 2 Tondano, Hanna Kamagi SPd MPd

Sementara, salah satu sekolah pelaksana UNBK yakni SMP Negeri 3 Tondano, tampak siap menghadapi UNBK ini. Kepala SMP Negeri 3 Tondano Hanna Kamagi SPd MPd, ketika ditemui mengatakan, untuk menghadapi UNBK tersebut, pihaknya telah melakukan sejumlah persiapan bagi siswa dan siswi peserta UNBK yang mencapai 65 orang ini.

“Untuk saat ini anak-anak didik dipersiapkan dengan simulasi UNBK. Simulasi ini dilakukan dua kali, sudah pernah dilakukan pada 27-28 Februari lalu, kemudian akan juga dilaksanakan simulasi 20-21 Maret mendatang,” terang Kamagi.

“Hanya saja, karena Komputer di sekolah kami hanya ada ada 20 unit, sementara ada 65 anak peserta UN, maka akan bergabung dengan SMK N 2 Tondano. UNBK ini praktis karena soal ujian langsung dari pusat dan jawabannya langsung terkirim ke pusat. Anak didik dimudahkan karena hanya menghadap komputer tanpa menyediakan lagi peralatan lainnya. Jadi hasil UNBK ini nantinya murni, apalagi soalnya diberikan secara acak,” kata Kamagi.

Disinggung soal penggunaan Komputer oleh anak didik apakah ada masalah, Kamagi menambahkan bila sejauh ini tak ada masalah penggunaan Komputer karena anak-anak sudah melek soal pengoperasiannya.(fernando lumanauw)

Leave a Reply