Petugas Terus Dalami Kasus Pungli Pengurusan Tiket Penyeberangan di Pelabuhan Likupang Minut

Minut – Petugas Polres Minahasa Utara (Minut), hingga kini masih terus mengembangkan kasus dugaan pungutan liar alias Pungli pengurusan tiket penyeberangan kendaraan, yang diduga dimainkan petugas Dinas Perhubungan Laut (Dishubla) Minut.

“Hingga kini petugas masih terus mendalami kasus ini. Penyelidikan dan pengembangan dilakukan untuk memburu para tersangka. Tunggu saja, begitu ada perkembangan akan kami berikan,” beber sumber resmi penyidik kepada Cyberulutnews.co.id, Sabtu pekan lalu.

Lanjut dikatakannya, kasus yang diduga turut melibatkan oknum petinggi di Dishubla Minut itu, telah lebih dulu menjerat satu oknum pegawai berinisial AT. Tersangka AT kata sumber, diamankan, Jumat (03/03/2017), oleh Tim Saber Pungli Polres Minut.

“Sewaktu diamankan yang bersangkutan sementara melakukan pengurusan tiket penyeberangan pada kendaran Avansa DB 1716 FB. Ya, di pelabuhan Munte Likupang. Kendaran itu rencananya akan dikirim ke Pelabuhan Pananaru Tahuna Sangihe,” tersangnya.

“Modusnya yakni, tersangka meminta biaya pengurusan Rp1.250.000. Padahal sesuai PNBP, dana yang harus dikeluarkan hanya berkisar Rp1.091.400. Dari pengakuan yang bersangkutan, selisih biaya tersebut disetorkan kepada kepala ASDP RMW dan dibagi-bagikan kepada petugas lapangan lainnya,” sambungnya.

Kasubbag Humas Polres Minut AKP Alex Watugigir ketika dikonfirmasi tak menampik kalau pihaknya kini masih mengembangkan kasus dugaan Pungli guna menjerat oknum-oknum petinggi yang turut mencicipi uang kejahatan itu. (jenglen manolong)

Leave a Reply