Pihak Gereja Soroti Jalan Rusak Gunung Potong Mitra

Mitra – Keluhan terkait kerusakan jalan di Minahasa Tenggara (Mitra) khususnya di ruas jalan Gunug Potong desa Pangu, bukan hanya dari kalangan masyarakat. Puncaknya Kemarin, tokoh GMIM sekaligus ketua wilayah Ratahan, Pdt. Fentce Hermanus Paat STh ikut menyoroti kinerja pemerintah propinsi yang tak kunjung memberikan perhatian serius terhadap fasilitas publik di kabupaten Mitra.

“Jika saja pengambil kebijakan di propinsi adalah orang Mitra, maka pastilah jalan ini (gunung potong) tidak akan separah ini. Nah ini fenomena karena fakta sekarang terjadi, secara emosional pemimpin akan lebih memperhatikan tanah kelahirannya,” ujar Pdt Paat.

Dia pun menyayangkan dengan kondisi jalan yang sudah sangat menyengsarakan masyarakat, tapi pemerintah propinsi cuek. ” Saya bisa bayangkan jika orang yang lagi sakit sekarat atau ibu hamil jika lewat jalan ini. Belum sampai rumah sakit keburu melahirkan,” sindir Pendeta Paat.

Tak hanya mengkritik, Pendeta Paat yang baru saja diteguhkan menjadi ketua Jemaat 3 pekan lalu di Ratahan memberikan solusi, dimana kata dia, gereja siap melakukan langkah perbaikan dengan meminta swadaya jemaat.

” Ini namanya penyelamatan jalan yang bersifat sementara. Jika pemerintah belum bisa melakukan perbaikan. Nanti saya akan usulkan setiap jemaat di wilayah Ratahan untuk menyumbang satu Dam Truk material dan kita timbun jalan yang rusak. Dari pada kita tanam pisang di jalan rusak, mending kita timbun saja dengan swadaya jemaat masyarakat,” serunya.

Terkait pernyataan Paat, Jendry Kawulusan selaku tokoh pemuda Ratahan menilai hal ini adalah bentuk kekecewaan yang sudah memuncak terhadap pemerintah propinsi yang terkesan meng-anak tirikan kabupaten Mitra khususnya menyangkut perbaikan fasilitas.

“Jika pihak gereja sudah bicara begini, ini merupakan tamparan keras bagi pemerintah. Bahkan pemerintah harusnya malu dan menyikapi masalah ini,”harap Kawulusan.

Juga menyikapi hal ini, bupati Mitra James Sumendap dalam pernyataan sebelumnya terhadap kondisi jalan di gunung potong. Menurutnya jika pemerintah propinsi tidak menganggarkannya dalam APBD propinsi, pihak Pemerintah kabupaten Mitra siap membiayayai perbaikan jalan tersebut dengan APBD Mitra.

“Buat saya jika untuk kepentingan umum tidak masalah kita yang biayai. Ya kalau memang tidak ada anggaran pemerintah propinsi mau bilang apa,” terangnya.

Diketahui, ruas jalan gunung potong, merupakan jalan trans propinsi yang merupakan kewenangan pemerintah propinsi. Kerusakan parah di lokasi tersebut sudah berlangsung bertahun tahun. Selain kondisi samping jalan yang didominasi tebing curam dan sangat beresiko bagi pengguna jalan. Dilokasi tersebut kerap menimbulkan kecelakaan.(alfian tompunu)

Leave a Reply