Pilkada Minahasa 2018, STRATEGI GUBERNUR MELAWAN MANTAN GUBERNUR

Vanny ‘Maemossa’ Loupatty

Catatan : Vanny ‘Maemossa’ Loupatty

PEREBUTAN kekuasaan menuju kursi Bupati Minahasa antara Royke Roring – Robby Dondokambey (RR-RD) melawan Ivan Sarundajang – Careig Naichel Runtu (Ivansa-CNR) sedang bergulir sesuai tahapan.

Perdebatan politik terkini di Kabupaten Minahasa tak lepas dari ‘poros merah’ Gubernur Olly Dondokambey dengan Mantan Gubernur SH Sarundajang dari ‘poros kuning’.

Sontak entah kenapa kondisi politik Minahasa berangsur salah kaprah. Banyak rakyat berasumsi hajatan tak ubahnya suatu mandatory figth demi perebutan kekuasaan merah versus kuning antara RR-RD melawan Ivansa-CNR.

Kondisi demokratisasi di Kabupaten Minahasa lima tahun terakhir sungguh menyedihkan. Elit eksekutif cukup kentara fokus mengurus politik (kekuasaan) sembari mempersetankan fungsi pelayanan kepada rakyat.

Jangan heran jika pandangan masyarakat terhadap politik menjadi buruk. Penyebabnya kita berandil lalai menjalankan kewajiban sebagai pelaksana kepentingan masyarakat dengan baik.

Kenapa kita tidak mendorong proses demokratisasi yang jujur, adil, dan bermartabat?!

Masih hangat dalam ingatan Pilkada Minahasa 5 tahun silam (2012). Proses demokratisasi Minahasa tercabik-cabik. Saat itu penguasa Pemprov Sulawesi Utara mengerahkan seluruh kekuatan untuk memenangkan pasangan JWS-Ivansa dengan hasil gilang-gemilang.

Akhirnya intrik politik lima tahun silam yang membuahkan hasil cemerlang itu sepertinya bakal diterapkan lagi pada Pilkada Minahasa tahun 2018 ini.

Hmmmm.., perpolitikan Minahasa tak ubahnya politik Jerusalem dari dahulu kala. Jika posisi Jerusalem sangat penting bagi politik barat dan sebagian dunia internasional, maka Minahasa sejak 70 tahun (1948) silam menjadi episentrum perpolitikan di wilayah Sulawesi Utara dan sekitarnya.

Mengapa? Minahasa dan Jerusalem terbilang tidak ada apa-apa, tetapi sangat penting untuk dimenangkan..!(**)

Leave a Reply