Pimpin Sidak Pasar, Wagub : Ketersediaan Bapok Relatif Aman

Manado – Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara melakukan inspeksi mendadak (Sidak) di pasar-pasar modern, pasar tradisional, dan pabrik penyedia Gas LPG, Senin (29/05).

Sidak dipimpin Wagub Steven Kandouw dan didampingi pejabat instansi vertikal Sulut seperti Bank Indonesia, Balai POM, Bulog, BPS dan Polda.

Ikut serta pejabat struktural terkait, yakni, Asisten II Sekprov Bidang Ekonomi Pembangunan, Kepala
Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Kepala Dinas Kesehatan, Kepala Dinas Ketahan Pangan Daerah, Kepala Biro Ekonomi, Kepala Dinas Pertanian dan Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan.

Wagub mengatakan, kegiatan ini bertujuan untuk melihat secara langsung di lapangan (check on the spot) terkait ketersediaan sembilan bahan pokok di Sulut.

Lokasi sidak pertama di Multimart Zero Point Manado, Wagub bersama tim mengecek harga sembako berupa Minyak Goreng, Beras, Gula dan rempah-rempah. Di swalayan ini Wagub menemukan harga cabai yang tergolong mahal yakni Rp. 133.000 per kilogram.

Menariknya ketika dikonfirmasi kepada penanggungjawab (StorMan) Multimart Manado Syariful Nurhamidin, dikatakan bahwa stok cabe rawit yang masuk di toko mereka didistribusi dari pulau Jawa.

“Stok kami dikirim dari Jawa, soalnya di Gorontalo tidak panen, apalagi saat ini pasokan cabe ke Manado sedang tersendat di Makasar,” ungkap Nurhamidin.

Terkait hal tersebut, Wagub melalui Kepala Dinas Pertanian Arie Bororing meminta kepada pihak Multimart Manado untuk bisa mengakomodir para petani cabe lokal sebagai distributor di pasar swalayan daripada mengambil dari luar pulau.

Usai melakukan sidak di pasar modern (Multimart), Wagub bersama rombongan melanjutkan inspeksi di pasar Bersehati Manado.

Di lokasi tersebut Wagub mendapati harga beras dan sembako lainnya masih tergolong murah dan sesuai standar pemerintah.

Di pasar Bersehati Wagub yang menyempatkan diri berdiskusi dengan para pedagang menuai laporan terkait keadaan pasar yang sudah tidak nyaman lagi.

“Banyak bocor-bocor pak yang menyebabkan lantai lilin,” lapor salah satu pedagang sembako.

Tidak hanya itu, salah satu pedangang daging ayam yang tidak mau namanya disebut mengadukan soal pungutan liar Dinas Pasar kota Manado yang melakukan penagihan uang pasar dengan lonjakan hingga 300 persen.

“Ada pungli pak dari PD Pasar, kios yang dulunya cuman Rp.4.000.000 kini bisa mencapai Rp20 jutaan,” keluhnya.

Wagub menjawab bahwa Infrastruktur pasar Bersehati dan pungutan yang ada merupakan wewenang Pemkot Manado. Namun Wagub berjanji akan menyampaikan langsung keluhan para pedagang pasar ke Walikota Manado.

Sedangkan ketika melakukan inspeksi di pabrik pengisian tabung gas LPG di kelurahan Liwas kecamatan Tikala, Wagub menyempatkan diri melihat langsung proses pengisian tabung LPG yang menurut penanggungjawab produksi masih dalam taraf aman.

“Kami memproduksi sekitar 68 ton perhari dengan 43-45 armada yang masing-masing berisi 560 tabung LPG 3kg yang nantinya akan disalurkan ke wilayah pemasaran Kabupaten Minahasa Selatan, Minahasa, Minahasa Tenggara dan kota Tomohon”, jelas penanggungjawab produksi yang tidak ingin namanya disebutkan.

Usai sidak, kepada wartawan Wagub mengatakan bahwa dari hasil sidak ditemukan ketersediaan bahan pokok selama Ramadhan relatif aman.

“Kita temukan stocknya cukup hingga akhir bulan puasa masih aman, sedangkan terkait kualitas BPOM dan DKP sudah lakukan uji kesehatan dan kelayakan pangan dan masih aman sampai saat ini,” ungkap Wagub.

Leave a Reply