Polisi Terus Kejar Pelaku pembunuhan Guru Agama Asal Minut

Manado – Kepala Kepolisian Resor Kota (Kapolresta) Manado, Kombes Pol Sunarto menegaskan, pihaknya masih sementara melakukan pengejaran kepada pelaku pembunuhan PNS Minahasa Utara (Minut) yang dibuang di perkebunan Desa Pineleng beberapa waktu lalu.

“Belum ketemu. Masih dicari,” singkat Sonarto melalui pesan SMS, Selasa (16/3) malam.

Seperti dalam pemberitaan Cybersulutnews.co.id, peristiwa pembunuhan sadis yang menimpa korban Sayfan Sangkilang (48), warga Desa Minaesa, Kecamatan Wori, Kabupaten Minut terungkap, pasca tubuhnya ditemukan tak bernyawa, di jurang perkebunan Kilometer 11 jalan Trans Manado-Tomohon, tepatnya di perkebunan Wineret, Pineleng II Jaga IX, Desa Pineleng II, Kabupaten Minahasa, Kamis (5/3) siang lalu.

Jenazah korban, ditemukan pertama kali oleh Sonce Mangente (52), warga Tounelet Lingkungan V, Kecamatan Kakas, Kabupaten Minahasa. Waktu mau buang air kecil di area lokasi.

Dugaan sementara pihak Reskrim Polres Manado, korban telah dirampok, dianiaya sampai mati, lalu tubuhnya dibuang ke dalam jurang. Mengingat saat ditemukan, barang-barang berharga serta identitas korban tidak ditemukan.

Namun, apa yang menjadi motif pembunuhan masih belum diketahui. Hal tersebut diakui Kasat Reskrim Polresta Manado, Kompol Dewa Made Palguna, ketika dikonfirmasi wartawan belum lama ini.

“Motif pembunuhan ini belum kita ketahui. Pelakunya masih dalam penyelidikan. Kami masih mengumpulkan informasi-informasi yang ada. Jika masyarakat ada informasi, segera hubungi kami,” terang Palguna.

Sementara, dari keterangan kelurga korban, Jainal Sangkilang (50), diketahui, sebelum ajal menjemput, korban sempat pergi ke Bitung untuk mengantar uang kepada anaknya, Fahmi Mandagi yang memang berkuliah di sana. Keluarga terakhir menghubungi korban Rabu sekitar pukul 17.00 Wita.

“Keluarga sempat telepon dan katanya sudah di jalan menuju rumah. Tapi pukul 19.00 Wita saat ditelepon lagi sudah tak tersambung. Dan keesokan harinya kita dapat kabar (Sayfan ditemukan tewas) dan langsung menuju Rumah Sakit Kandou Manado,” jelas Jainal.

Sedangkan anak korban, Fahmi Mandagi mengaku saat itu sempat mengantar ibunya naik taksi gelap tujuan Manado. Mobilnya jenis Toyota Avanza warna merah maron. Fahmi berpikir ibunya sudah mengenali sopir mobil itu. Di dalam mobil itu menurut Fahmi terdapat empat penumpang pria.

Secara resmi, kasus ini telah dilaporkan suami korban Rahman Mandagi (51), pada Senin (9/3) lalu. Dirinya sangat keberatan atas aksi pelaku terhadap isteriya.

Waktu peristiwa terjadi, sang suami sedang berada di Kota Ternate, Maluku. Menjalankan perkejaannya sebagai nelayan.

Pihak keluarga korban berharap, agar pelaku segera tertangkap dan pihak kepolisian dapat segera menuntaskan kasus ini. Sehingga diketahui, apa yang menyebabkan korban harus kehilangan nyawanya.(jenglen manolong)

Leave a Reply