Polres Minahasa Amankan Tiga Pelaku Pengedar 6.130 Butir Obat Keras Trihexypenidyl Ilegal

Minahasa – Polres Minahasa melalui Satuan Reskrim Narkoba, berhasil mengamankan tiga orang pelaku pengedar 6.130 butir obat keras jenis Trihexypenidyl ilegal, di wilayah Tondano.

Ketiga tersangka yang teridentifikasi berinisial KW alias Kel, RM alias Iman dan MRH alias Fandi ini ditangkap ditiga lokasi dan waktu berbeda, dengan masing-masing barang bukti ditangannya.

Kasat Res Narkoba Polres Minahasa IPTU Erween M R Tanos SE SH, didampingi Kabag Ops Polres Minahasa Kompol Yuriko Fernanda SH SIK, kepada sejumlah wartawan saat Konferensi Pers, Selasa (22/10) pagi, bertempat di ruang rapat Maesa Mapolres Minahasa mengatakan, pelaku KW alias Kel diamankan Jumat 18 Oktober sekitar pukul 19.15 WITA, berlokasi di jalan raya Kelurahan Rerewokan Kecamatan Tondano Barat, saat sedang transaksi dengan lelaki NP alias Nov.

Ditangan pelaku Kel, Polisi mengamankan barang bukti berupa 112 butir obat keras jenis Trihexypenidyl sejumlah, uang tunai Rp 900.000 yang diduga hasil transaksi, dua buah Handphone dan satu unit Sepeda Motor.

“Usai menangkap Kel, kami melakukan pengembangan, dan sekitar pukul 23.30 WITA pada hari yang sama, bertempat di Kelurahan Wewelen Kecamatan Tondano Barat, Polisi melakukan penangkapan terhadap lelaki RM alias Iman. Peran Iman adalah sebagai penjual/ pengedar kepada lelaki Kel. Penyidik melakukan penggeledahan di rumah Iman dan berhasil menemukan barang bukti 26 butir obat keras jenis Trihexypenidyl sejumlah 26 butir, uang tunai Rp 148.000, dua buah Handphone merek OPPO F5 milik RM, satu buah Handphone merek Oppo A57 dan uang tunai Rp 148.000 milik lelaki RM,” terang Tanos.

Lanjut dikatakannya, pada Sabtu 19 Oktober 2019, penyidik kembali melakukan pengembangan lanjutan, dan berhasil mengamankan lelaki MRH alias Fandi, sekitar pukul 19.30 WITA, di jalan Desa Sea Kecamatan Pineleng.

“Dari pengakuan Fandi, obat keras yang dia jual dan edarkan itu ia simpan di rumah temannya yang bernama Taslim, yang tinggal di Perum Mawaru Pineleng. Kemudian penyidik melakukan penggeladahan dirumah tersebut dan melakukan penyitaan barang bukti 6.000 butir obat keras jenis Trihexypenidy,” terang dia.

Kabag Ops Yuriko Fernanda menambahkan, penangkapan dalam kasus ini hasil indak lanjut dari laporan dan informasi yang selanjutnya oleh Sat Res Narkoba Polres Minahasa dilakukan penyelidikan. Menurutnya, ada dua laporan Polisi terkait permasalah tersebut.

“Sat Res Narkoba menaikkan kasus tersebut ke tahap sidik sebab, berdasarkan hasil pemeriksaan saksi-saksi, tersangka, serta petunjuk yang diperoleh dalam proses penyelidikan dan penyidikan, penyidik pembantu Sat Res Narkoba Polres Minahasa menyimpulkan bahwa, sesuai dengan fakta-fakta hukum telah ditemukan bukti permulaan yang cukup bahwa tersangka melakukan tindak pidana di bidang kesehatan,” pungkasnya.

Turut hadir dalam konferensi pers ini, KBO Sat Res Narkoba Polres Minahasa dan Kasubag Humas Polres Minahasa IPTU Ferdy Pelengkahu SH.(fernando lumanauw)

Leave a Reply