Polres Minahasa Rekonstruksi Kasus Pembunuhan Jeiby Mandang, Tersangka Tak Akui Membunuh

Minahasa – Sebanyak 85 adegan diperagakan dalam rekonstruksi kasus dugaan pembunuhan terhadap perempuan Jeiby Mandang (42), warga Kelurahan Liningaan Kecamatan Tondano Timur, 3 Juni 2020 silam.

Dalam rekonstruksi yang dilakukan Satuan Reskrim Polres Minahasa, Senin (10/08) siang hingga malam hari tersebut, yang menyita perhatian ratusan warga ini, sebagian adegan rekon tidak diakui terduga pelaku NM alias Buang (47), warga yang sama dengan korban, sebab tersangka tidak mengakui sebagai pelaku pembunuhan.

Rekonstruksi dilakukan dengan pengamanan ketat seluruh Anggota Satuan Reskrim dan Buser dibantu personel Sabhara, Satuan Lalu Lintas, Propam, Polsek Tondano serta Polsek Toulimambout, di sejumlah titik di pusat Kota Tondano, diawali di salah satu kios di kompleks Taman God Bless Minahasa Lapangan Dr Sam Ratulangi Tondano, atau tepatnya samping Bank BRI Cabang Tondano, dimana korban dan tersangka bersama sejumlah saksi melakukan interaksi.

Korban bersama terduga pelaku dan para saksi usai dari titik awal tadi, juga sempat makan disalah satu kios makan Charisma, tepatnya di depan Bank BNI Cabang Tondano, kemudian selepas itu korban dan tersangka menaiki sepeda motor jenis Honda Vario, yang menjadi alat bukti, menuju belakang Gereja GMIM Sentrum Tondano, lalu menuju arah Togela, melintas di Kelurahan Tounsaru Kecamatan Tondano Selatan, kemudian mampir makan di De Maestro seputaran Boulevard Tondano, Pangkalan Ojek Galaksi Kelurahan Wawalintouan Kecamatan Tondano Barat dan terakhir di titik terjadinya pembunuhan di Jalan Baru Kelurahan Wewelen Kecamatan Tondano Timur.

Kapolres Minahasa AKBP M Denny I Situmorang SIK, melalui Kepala Satuan Reskrim AKP Sugeng Wahyudi Santoso SIK yang memimpin langsung proses rekonstruksi ini mengatakan, ada 37 saksi yang dimintai keterangan untuk mengungkap kasus yang sempat menjadi misteri selama dua bulan tersebut, ditambah 4 saksi ahli.

“Dari 85 adegan yang di rekon, yang sebelumnya hanya 65 adegan sesuai berita acara pemeriksaan. Ada sejumlah fakta baru yang muncul sehingga adegan rekonstruksi bertambah. Namun, sebagian besar adegan tidak diakui terduga pelaku, bahkan ada 13 adegan yang dibantah tersangka. Tersangka Buang tidak mengakui telah melakukan pembunuhan karena tidak berada di lokasi kejadian. Dia mengaku hanya mengantar korban menggunakan motor sampai ke Pangkalan Ojek Galaxi dan dirinya pulang ke rumah,” terang Sugeng.

Sambung Sugeng, adegan tersangka yang tidak diakuinya lepas dari Pangkalan Ojek Galaxi menuju ke lokasi kejadian pembunuhan, diperankan oleh peran pengganti, dimana adegan direkon berdasarkan keterangan saksi ahli dan pengakuan sejumlah saksi yang melihat langsung di lokasi kejadian.

Sesuai keterangan saksi ahli, korban mengalami benturan benda tumul di kepala bagian belakang dan luka di bagian mulut akibat pukulan benda tumpul atau benturan.

“Ada fakta baru terungkap di lokasi pembunuhan, dimana ada saksi melihat tersangka sempat kembali dengan sepeda motor melintas disamping korban, sempat berhenti menurunkan kaki kiri dan menatap korban yang sudah tergeletak di jalan lalu pergi,” ujarnya.

Atas dugaan perbuatan pelaku, tersangka dikenakan pasal 340, subsider 338, subsider 351 ayat 3 dengan ancaman hukuman penjara seumur hidup.

“Alat bukti sudah cukup lengkap yang mengarah kepada tersangka Buang. Tersangka bisa dikenakan pasal berlapis, yaitu pasal pembunuhan berencana, pembunuhan biasa dan penganiayaan, dengan ancaman penjara seumur hidup,” pungkasnya.(fernando lumanauw)

Leave a Reply