Advetorial: Porprov Sulut ke-9 Tahun 2017 di Minahasa Resmi Bergulir

Minahasa – Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sulawesi Utara (Sulut) ke-9 tahun 2017, yang dilaksanakan di Kabupaten Minahasa, resmi bergulir. Pelaksanaan ajang ink ditandai dengan acara pembukaan yang digelar di Stadion Maesa Tondano, Senin (09/10) sore.

Bupati JWS saat menyampaikan selamat datang kepada seluruh yang hadir.

Bupati JWS, dalam menyambut seluruh yang hadir atas nama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Minahasa dan masyarakat selaku tuan rumah, menyampaikan selamat datang kepada seluruh peserta yang telah hadir dan mengikuti kegiatan ini, secara khusus kepada Panglima Kodam XIII Merdeka Mayjen Ganip Warsito, Gubernur Sulut Olly Dondokambey SE, Wakil Gubernur Drs Steven Kandouw, Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Sulut, Bupati dan Walikota se-Sulut, Forkopimda Minahasa, Pengurus KONI Sulut dan Kabupaten/ Kota, para tamu undangan, serta seluruh peserta yang sudah hadir dalam acara pembukaan Porprov Sulut 2017.

“Sudah 16 tahun lamanya baru kali ini lagi dilaksanakan Porprov, dan kami bersyukur karena Minahasa boleh menjadi tuan rumah. Untuk itu, atas nama pemerintah dan masyarakat Minahasa, saya juga menyampaikan terima kasih kepada Pemprov dan KONI Sulut yang telah mempercayakan Minahasa kembali melaksanakan ajang ini. Warna boleh berbeda, namun olahraga telah menyatukan kita, mari bertanding secara sportif dan raihlah prestasi agar Sulut semakin hebat dan semakin terkenal karena olahraganya,” pungkasnya.

Gubernur OD saat menyaksikan para peserta yang melakukan parade.

Bendahara KONI Pusat Laksaman Johnny Awuy, terima kasih dan penghargaan kepada Pemprov Sulut dan KONI Sulut atas terselenggaranya kegiatanbini, semoga kegiatan ini sukses dalam penyelenggaraannya dan sukses menjaring atlet untuk membanggakan daerahmya bahkan nasional untuk mengharumkan Indonesia di kancah international.

Gubernur OD didampingi Wagub Steven Kandouw dan Bupati JWS, bersama tamu lainnya saat menyaksikan parade atlet.

“Indonesia akan melaksanakn dua even olahraga, dimana pada Asean Games tahun 2018 di Jakarta dan Palembang dan PON 2020. Kedua multi even akan menjadi faktor pendorong untuk lebih bersemangat dalam mengemban tugas sebagai pengembang prestasi dalam bidang olahraga,” tukasnya.

Acara kemudian dilanjutkan dengan pemasangan Obor Porprov oleh para Atlet berprestasi asal Sulut, yang sebelumnya telah mengarak Obor mulai dari Bukti Kasih Kanonang, Kecamatan Kawangkoan Raya, Kecamatan Langowan Raya, Tompaso, Remboken, mengitari wilayah Kecamatan Tondano Raya dan sampai di Stadion Maesa Tondano, selanjutnya pembacaan sumpah janji Wasit dan Atlet, yang dibacakan oleh Wasit International Bola Voli Meilan Mamangkey dan Atlet Pencak Silat Berprestasi Abdul Malik.

Gubernur OD saat menyampaikan sambutan.

Sementara, Gubernur OD dalam sambutannya mengatakan, Porprov telah lama tidak dilaksanakan dan baru tahun ini lagi dilaksanakan. Untuk itu, dirinya berharap iven dua tahunan ini dapat berjalan normal kembali untuk mencetak Atlet-atlet berprestasi.

Obor Porprov saat diarak mulai dari Bukit Kasih Kanonang.

“Biarlah melalui olahraga kita dapat menciptakan manusia-manusia sehat yang berdaya saing baik secara jasmani dan rohani. Biarlah olahraga menjadi wadah pemersatu bangsa,” kata Dondokambey.

Lanjut dikatakannya, Tahun 2020 nanti akan ada PON di Papua. Diriny berharap pula, semua Kabupaten Kota dapat membina satu olahraga yang spesifik untuk persiapan PON 2020, agar Sulut boleh meraih sebanyak mungkin Medali.

Pemasangan Obor Porprov oleh Atlet pembawa obor, tanda pelaksanaan Porprov Sulut 2017 dimulai.

“Tahun depan kita akan mengalokasikan dalam APBD Pemprov Sulut, anggaran untuk olahraga, dimana Kontingen yang berprestasi dalan Porprov Sulut 2017 ini akan mendapat dana sebanyak Rp 10 Miliar untuk juara satu, Rp 5 Miliar untuk juara dua dan Rp 2,5 Miliar untuk juara tiga, serta tiap kontingan yang mengambil bagian dalam Porprov tahun ini masing akan mendapat Rp 1 Miliar. Mari kita bangkitkan kembali semangat olahraga di Sulut dalam rangka kita mengukir prestasi,” pungkasnya.

Tarian dance dengan pesan “Kita Hadir Untuk Menang Namun Dalam Kehormatan”, yang diciptakan Bupati JWS.

Acara kemudian diakhiri dengan pencanangan kebangkitan Olahraga di Sulut, yang ditandai dengan bunyi sireine dan pelepasan balon, dilanjutkan dengan tarian dance dengan pesan “Kita Hadir Untuk Menang Namun Dalam Kehormatan”, yang diciptakan Drs Jantje Wowiling Sajow MSi, dengan melibatkan sebanyak 1.500 peserta pelajar.(fernando lumanauw)

Leave a Reply