PT Sumber Energi Jaya (PT SEJ) Merusak Kawasan Konservasi Hutan, Bupati Minsel- Mitra ‘Tutup Mata’

Bupati Minsel Tetty Paruntu dan Bupati Mitra James Sumendap

Bupati Minsel Tetty Paruntu dan Bupati Mitra James Sumendap

Manado -Perusahaan tambang PT Sumber Energi Jaya (PT SEJ) yang selama ini beroperasi di Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel), selain dugaan tanpa Analisa Dampak Lingkungan (Amdal), ternyata juga telah merombak dan merusak kawasan Konservasi hutan. Demikian hal ini diungkapkan Iwan Moniaga, Pemerhati Sosial dan Pemerintahan di Sulawesi Utara (Sulut), kepada cybersulutnews.co.id, Kamis (26/02).

“Ada dua kawasan konservasi hutan yang dirusak selama perusahaan tambang PT SEJ melakukan eksploitasi dan eksplorasi, yakni hutan produksi dan hutan lindung yang ada di dua kabupaten Minsel dan Mitra,” ungkap Mantan Pimpinan Nasional Presidium Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) ini.

Dijelaskan Moniaga, jika kawasan hutan produksi harus mendapatkan rekomendasi dari bupati, dan izin prinsip dari gubernur serta izin pinjam pakai dengan Kementerian Kehutanan.

“Apalagi masuk dalam kawasan konservasi hutan lindung yang sama sekali tidak bisa diganggu oleh aktivitas tambang itu. Dan data yang ada pada kami, disana terdapat kawasan hutan lindung dan hutan produksi, jadi PT SEJ bisa dikategorikan telah merusak lingkungan,” katanya.

Lanjutnya, saat ini PT SEJ tak punya Amdal dan pengelolaan limbah pertambangan. “Perusahaan ini begitu tertutup, tak jelas limbahnya dikemanakan, dan ini harus dibuka bagi publik, jangan sampai limbahnya hanya dibuang begitu saja dan tidak diolah kembali. Dan ini namanya penjahat lingkungan,” ucap Moniaga.

Sehingga dengan kehadiran PT SEJ, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Minsel dan Mitra harus merespon hal yang sangat serius ini. Pemkab Mitra dan Pemkab Minsel jangan tutup mata.

“Disini Bupati Minsel Tetty Paruntu dan Bupati Mitra, James Sumendap harus proaktif untuk membuka kejelasan mengenai Amdal, pendapatan daerah atau bagi hasil, perizinan, pengelolaan limbah, status dari keberadaan daerah konservasi hutan serta status ketenagakerjaan disana,” jelas Moniaga, sembari mengingatkan bupati di dua daerah itu adalah pilihan langsung masyarakat dan menjadi daerah otonom yang harus bisa melindungi masyarakatnya pula, termaksud dari tambang yang bisa membahayakan masyarakat maupun lingkungan hidup.

“Apakah nanti adanya kasus pencemaran lingkungan dan adanya korban baru kita bertindak ? Bupati Minsel, Tetty Paruntu dan Bupati Mitra James Sumendap harus tegas. Kita pro terhadap investasi dan investor, namun keberadaan lingkungan hidup, terutama daerah konservasi hutan jangan kita abaikan,” ingat Moniaga.

Pihak PT SEJ yang terkesan menutup diri mengenai aktivitas pertambangannya itu sampai saat ini belum dapat dikonfirmasi. Demikian pula kepada Bupati Minsel Tetty Paruntu dan Bupati Mitra James Sumendap. (Vebry)

Leave a Reply