Rakernas ke-V AMAN di Minahasa, Ratusan Tokoh Adat se-Indonesia Tiba di Koha

Minahasa – Ratusan Tokoh Adat se-Indonesia, yang merupakan Tetua dan Penggerak Masyarakat Adat, tiba di Wanua Koha, Komunitas Adat Walak Tombariri, Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara, dalam rangka mengikuti Rapat Kerja Nasional (Rakernas) ke-V, Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN),14-17 Maret 2018.

“Para peserta sudah berdatangan sejak Minggu sampai Selasa subuh ini. Tapi masih ada yang akan dijemput di Bandara Internasional Sam Ratulangi Manado, Rabu 14 Maret pagi,” kata Ketua Organizing Commite Rakernas AMAN V, Nedine Helena Sulu, Rabu (14/03) subuh.

Lanjut dikatakannya, untuk pesertanya terdiri dari Pengurus Besar AMAN, yaitu Sekretaris Jenderal AMAN bersama para stafnya dan Dewan AMAN Nasional, serta para Pengurus Wilayah dan Pengurus Daerah AMAN se-Indonesia.

“Ada 21 Pengurus Wilayah, BPH dan Dewan AMAN Wilayah serta 116 Pengurus Daerah, BPH dan Dewan AMAN Daerah juga yang akan hadir. Selain itu ada Ketua Umum Barisan Pemuda Adat Nusantara, Ketua Umum Persekutuan Perempuan Adat AMAN, Ketua Umum Perhimpunan Pembela Masyarakat Adat Nusantara dan pimpinan badan otonom AMAN,” papar Sulu.

Personil Dewan Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (DAMANNAS) ini juga menjelaskan, Rakernas AMAN V akan turut dihadiri sejumlah tamu undangan.

“Rencananya Rakernas ini akan dihadiri Menteri, Kedutaan-kedutaan, Pemerintah Daerah dan jaringan lembaga AMAN,” jelasnya.

Sesuai rencana, Rakernas AMAN V tersebut akan dilaksanakan di Desa Koha Kecamatan Mandolang. Sementara, pada tanggal 17 Maret, dalam rangkaian Rakernas ada perayaan Hari Kebangkitan Masyarakat Adat Nusantara yang juga bertepatan dengan hari ulang tahun AMAN ke-19 yang rencananya akan digelar di Tondano Kabupaten Minahasa.

Diketahui, AMAN merupakan organisasi kemasyarakatan independen dengan visi untuk mewujudkan kehidupan yang adil dan sejahtera bagi semua masyarakat adat di Indonesia. AMAN bekerja di tingkat lokal, nasional, dan internasional untuk mewakili dan melakukan advokasi untuk isu-isu masyarakat adat. Organisasi masyarakat adat terbesar di dunia ini beranggotakan 2.332 komunitas adat di seluruh Indonesia yang berjumlah sekitar 17 juta anggota individu.(fernando lumanauw)

Leave a Reply