Rumah Mantan Bupati Minahasa SVR di Tonsealama Terbakar, Gedung GPDI Hosana Ikut Ludes

Minahasa – Rumah mantan Bupati Minahasa Drs Stefanus Vreeke Runtu (SVR) di Desa Tonsealama Kecamatan Tondano Utara, Senin (29/08) dini hari tadi sekitar pukul 00.30 Wita, ludes dilalap ‘si jago merah’.

Selain rumah SVR, gedung GPdI Hosana Tonsealama yang tepat disamping kiri rumah ikut ludes terbakar.

Hukum Tua Desa Tonsealama Joice Wenas, yang menjadi saksi mata awal mula terjadinya kebakaran menuturkan, api berawal dari kamar depan baguan bawah kiri rumah.

“Awalnya saya sedang berada dalam rumah karena memang belum tidur. Tiba-tiba terdengar ada bunyi ledakan dari arah rumah SVR, yang membuat saya keluar untuk melihat, tapi waktu keluar rumah tak ada apa-apa. Saya masuk lagi dalam rumah, pas didalam terdengar lagi suara ledakan yang disertai bunyi pecahan kaca, saya keluar lagi terlihat dan terlihat nyala api dikamar depan bagian bawah,” terang Wenas.

Melihat kejadian tersebut, sontak dirinya langsung meminta menyuruh anaknya Tania Sumampouw (14) untuk meminta bantuan suami dan teman-teman suaminya yang kala itu ada di satu acara.

“Saya langsung memerintahkan warga yang ada untuk memberikan peringatan dengan mengetuk tiang listrik yang akhirnya warga datang untuk membantu berusaha memadamkan api,” ujarnya sembari menambahkan bila rumah tersebut dalam keadaan kosong karena tak ditinggali.

Stacy Runtu, anak SVR yang nampak hadir di lokasi kejadian mengaku shok dengan kejadian ini. Namun dirinya berayukur tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini karena rumah dalam keadaan kosong.

“Rumah ini memang terakhir didatangi ibu kami pekan lalu. Tak barang apa-apa sebenarnya di kamar depan itu selain kasur tempat tidur. Tapi kami tetap bersyukur karena tak ada korban jiwa,” ujarnya.

Terkait hal ini, Kapolsek Toulimambot AKP Hanny Gumerung ketika ditemui mengatakan, dugaan sementara kebakaran berasal dari arus pendek listrik.

“Kami belum mengetahui secara pasti penyebab kebakaran karena masih menyelidiki lebih lanjut, namun diduga api berasal dari arus pendek listrik,” ujarnya.

Sementara, Camat Tondano Utara Ir Yanny Moniung dilokasi kejadian menuturkan, kerugian materi dalam kejadian ini ditakser lebih dari Rp 1 Miliar rupiah.

“Tidak ada korban jiwa, tapi kerugian materi diperkirakan lebih dari Rp 1 Miliar,” tukasnya yang kala itu didampingi Danramil Tondano Kapten Wilmar Saragih.

Sementara, empat unit kendaraan pemadam kebakaran milik Pemkab Minahasa dan satu unit milik Pemkab Minut silih berganti berusaha memadamkan kebakaran ini. Api baru benar-benar padam sekitar pukul 03.00 Wita.(fernando lumanauw)

Leave a Reply