SAMPAH MANADO ‘TUMPLEK BLEK’, PERLU ‘PASUKAN BIRU’…

Catatan : Vebry Deandra

MENGAMATI pengelolaan sampah di Kota Manado yang saat ini perlu perhatian serius dari semua elemen masyarakat.

Motor sampah disetiap lingkungan yang ada di Kota Manado kerap bekerja ekstra keras dengan Kepala Lingkungan (Pala) jadi joki (baca:motornya) sekaligus bertanggung jawab mengambil sampah-sampah disetiap rumah atau kepala keluarga.

Lantas sampah menuju tempat pembuangan sampah sementara, kemudian diangkut oleh mobil sampah Pemerintah Kota (Pemkot) Manado untuk dibuang ke TPA Sumompo.

Persoalan sampah memang merupakan momok bagi setiap daerah atau kota di Indonesia. Diperlukan program atau tata cara pengelolaan sampah yang benar-benar baik oleh Pemkot Manado serta perlu penegakkan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 7 Tahun 2006 tentang pengelolaan persampahan dan retribusi pelayanan kebersihan.

Tim penegak Perda tersebut sudah dibentuk dan melakukan tugas-tugasnya hingga Operasi Tangkap Tangan (OTT) kerap dilakukan terhadap warga. Yang tertangkap diadili dan diberikan sanksi denda sebagai tindak pidana ringan (Tipiring).

Namun penegakan Perda tersebut terlihat masih ‘jalan ditempat’, tidak membuat efek jera terhadap warga Manado. Hal ini dibuktikan Kota Manado masih dengan mudahnya ditemukan sampah-sampah disetiap pemukiman warga bahkan pusat kota Manado.

Sebagai orang awam soal manajemen persampahan, tetapi saya menilai sistem transportasi atau pengangkutan sampah yang tidak lagi memilah sampah basah dan sampah kering atau sampah ‘tumplek blek’ begitu saja akan beresiko terhadap lingkungan hidup.

Kalau daerah lain pengelolaan sampah dari hulu yakni setiap lingkungan atau pemukiman warga dengan memisahkan sesuai jenis sampah, tetapi tidak demikian saat ini di Kota Manado. Sehingga TPA Sumompo (baca:hilir) harus menahan beban berat untuk sampah-sampah yang ada.

Tak heran pemberitaan saat ini kalau ada mobil sampah yang harus ditilang Lantas Polres Manado karena bermuatan tak sesuai kapasitas. Demikian pada pekan lalu, dimana mobil sampah harus terbalik di pusat kota tepatnya depan IT Center Manado. Sungguh miris dan terlihat amburadulnya pengelolaan sampah di kota kita.

Kalau Ahok dahulu dikenal dengan pasukan Orange-nya, kenapa tidak Pemkot Manado atau Walikota Manado membuat pasukan biru (baca; bukan warna partai yah) untuk menghalau sampah di semua bagian di Kota Manado.

Saya tidak paham soal manajemen sampah, tetapi yang ahli persampahan di Manado bisa saya katakan bahwa ahli Pemkot Manado adalah mereka yang terkesan ‘tutup mata’ dan ‘tutup telinga’ soal sampah yang tak terkelola dengan baik atau terkesan manajemen amburadul.. Tegasnya soal sampah Pemkot Manado masih perlu studi banding lagi.. yah libatkan anggota DPRD Manado deh… hemm

KOTA YANG BERSIH ADALAH KOTA YANG MEMPUNYAI PEMIMPIN YANG CERDAS. CERDAS TIDAK HANYA MENGEJAR PENCITRAAN TETAPI HARUS PEKA TERHADAP KRITIK..

Leave a Reply