Sempat DPO, Fransisca Mantan Anggota Legislator Minut Tersangka Penipuan Akhirnya Ditahan Polda Sulut

Kombes Pol Ibrahim Tompo

Kombes Pol Ibrahim Tompo

Manado – Mantan anggota legislator Minahasa Utara (Minut) FMT alias Fransisca alias Etha, Kamis (30/03/2017) dinihari, dijeboskan ke sel tahanan Polda Sulut. Pasalnya, Fransisca diduga melakukan aksi pidana penipuan dan penggelapan Rp1,4 miliar.

Sebelum dipenjarakan, mantan Calon Bupati (Cabub) Minut yang menjadi Daftar Pencarian Orang atau DPO polisi itu, sempat menjalani pemeriksaan penyidik Jatanras Ditreskrimum Polda Sulut.

“Begitu mendapatkan bukti yang kuat, kita langsung melakukan penahanan,” terang Kabid Humas Polda Sulut Kombes Pol Ibrahim Tompo kepada sejumlah wartawan.

Lebih lanjut dijelaskan Tompo, Fransisca ditetapkan tersangka sejak Desember 2016, namun baru ditahan 2017 ini. Pasalnya dalam penyelidikan, Fransisca tidak kooperatif. Dia kata Tompo, selalu mangkir ketika dipanggil penyidik.

“Ketika akan dipanggil, dia (tersangka Fransisca) selalu beralasan. Begitu juga ketika penyidik coba menghubungi yang bersangkutan lewat telepon selulernya. Nomornya sudah dalam keadaan tidak aktif, sehingga penyidik memberikan status DPO,” jelas Tompo.

“Namun, berkat kerja keras dari penyidik, tersangka bisa kita tangkap. Dia kemudian digiring ke Mapolda dan menjalani pemeriksaan, selanjutnya dilakukan penahanan. Waktu diamankan dia tidak melawan. Yang bersangkutan kita amankan sewaktu berada di Hotel Gran Puri Manado. Tersangka kita kenakan pasal 372 dan 378 KUHP,” pungkasnya.

Diketahui, kasus tindakan melawan hukum yang dilakukan mantan Wakil Rakyat Minut ini, berawal ketika tersangka menjual lahannya yang berlokasi di Desa Treman, Kecamatan Kauditan Minut kepada korban Henry Tirayoh.

Belakangan, lahan yang telah dibayar tunai oleh korban sejak 2005 silam, tidak kunjung dikosongkan. Tersangka pun  masih tetap menguasai lahan dan rumah yang telah dibeli korban seharga Rp1,4 miliar.

“Padahal dia sudah jual. Dan saya bayar tunai. Itu disaksikan Notaris,” jelas korban sewaktu melayangkan laporan ke SPKT Polda Sulut.

“Dia janji sama saya, akan keluar bulan Oktober 2015, tapi tidak keluar juga. Saya sudah berikan kesempatan sampai Desember 2015 tidak juga keluar. Bahkan hingga Januari 2016 dia masih tidak kosongkan rumah,” jelasnya.

Dijelaskan korban, upaya negosiasi telah ditempuh, namun hasilnya nihil. Sang wakil rakyat yang pernah diusung Partai Demokrat itu tetap bersikukuh tidak meninggalkan lahan tersebut. “Dia janji akan pulangkan uang yang telah saya berikan. Tetapi hingga sekarang dia tidak kunjung berikan kerugian yang saya alami,” tuturnya.

Tidak terima dengan perbuatan Fransisca, Tirayoh pun memilih melaporkan kejadian itu ke Mapolda Sulut. Hingga, Kamis (22/01/2015), laporan bernomor STTLP/72.a/1/2016/SPKT, resmi dilayangkannya dan meminta agar Fransisca diperoses sesuai hukum yang berlaku. (jenglen manolong)

Leave a Reply