Sepekan Terakhir Warga Kawangkoan Kesulitan Air Bersih

Minahasa – Meski musim penghujan mulai tiba, kesulitan air bersih ternyata masih dirasa warga hingga kini. Beberapa hari belakangan ini, warga Kawangkoan raya dikabarkan kesulitan mendapatkan air bersih untuk keperluan sehari-hari.

Sebagai contoh, kesulitan air bersih ini terjadi di Desa Talikuran Barat Kecamatan Kawangkoan Utara dan Desa Sendangan Kecamatan Kawangkoan.

Alfrits Kiroyan, warga Desa Talikuran Barat, kepada Cybersulutnews.co.id, Sabtu (14/11) menuturkan, kesulitan air bersih di Desa-nya ini telah berlangsung sepekan berjalan ini.

“Air bersih dari PDAM Kawangkoan sudah tak lagi bisa dinikmati warga karena belakangan ini mengalir hanya sedikit dan tak bisa memenuhi kebutuhan satu rumah,” keluh Alfrits.

Bahkan menurutnya, sejumlah warga di Desa-nya harus rela memanfaatkan air hujan untuk kegiatan MCK dan tak bisa dikonsumsi, karena untuk membuat sumur bor butuh biaya yang tak sedikit. Dengan kondisi ini, dirinya berharap agar Pemerintah Kabupaten Minahasa melalui PDAM Minahasa kiranya bisa turun tangan untuk suplai air bersih secara bergilir disejumlah Desa yang kesulitan air bersih ini.

“Kami berharap ada bantuan suplai air dari pemerintah untuk membantu kesulitan air bersih yang kami alami,” harapnya.

Terpisah, Herdy, warga Desa Sendangan juga mengeluhkan hal yang sama. Dirinya berharap ada peran khusus dari pemerintah untuk menjawab kebutuhan mereka akan air bersih ini.

“Kami berharap ada bantuan air bersih dari pemerintah untuk membantu warga Sendangan dan Kawangkoan umumnya,” ujarnya.

Sementara, Sekretaris Daerah Minahasa, Jeffry Robby Korengkeng SH MSi, terkait hal ini, ketika dikonfirmasi mengatakan, sejak awal kemarau lalu, bagi warga Minahasa yang kesulitan air bersih bisa menghubung langsung PDAM Minahasa untuk mendapat suplai air melalui tangki-tangki air PDAM.

“PDAM siap melayani warga yang membutuhkan air bersih. Untuk itu, bagi yang membutuhkan silakan menghubungi Kantor Unit PDAM di wilayah Kecamatan setempat untuk selanjutnya diteruskan ke PDAM Minahasa dan bisa disuplai,” terang Korengkeng.(fernando lumanauw)

Leave a Reply