Siap Diberdayakan, Lapas Kelas IIb Papakelan Punya “Pasukan Merah Putih”

Minahasa – Menjadi narapidana bukan berarti tak bisa lagi berkarya bagi daerah. Seperti hal nya para narapidana yang menjadi warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIb Papakelan Tondano.

Kepala Lapas Papakelan, Mulyoko kepada Cybersulutnews.co.id belum lama ini mengatakan, pihaknya saat ini mengantongi tenaga kerja yang siap diberdayakan, yang diberi nama “Pasukan Merah Putih Lapas Tondano”.

“Kami punya Bank Tenaga Kerja yang siap diberdayakan, baik dari sisi sosial maupun upahan. Artinya, bisa dipekerjakan secara sosial untuk kegiatan sosial, maupun untuk tenaga kerja yang diupah,” kata Mulyoko.

Mulyoko mengatakan, tujuan dibuatnya Pasukan Merah Putih Lapas Tondano ini untuk memberdayakan warga binaan agar bisa berkarya dan menjadi orang yang berguna, baik bagi daerah, pun juga bagi keluarga yang ditinggal di rumah.

“Tujuannya untuk pemberdayaan warga binaan lapas, agar bisa menghasilkan melalui pekerjaan mereka. Agar selepasnya mereka dari Lapas, mereka bisa kembali berbaur dengan masyatakat tapi sudah dibekali dengan keterampilan,” ujarnya.

Bahkan, Mulyoko berharap Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Minahasa bisa memberdayakan Pasukan Merah Putih ini, seperti contoh dalam program padat karya angkat Eceng Gondok di Danau Tondano, atau pada kegiatan lainnya.

“Kalau bisa kita buat kerja sama dan bisa bekerja setiap hari. Kami sebetulnya bisa mensuplay tenaga kerja mengangkat Eceng Gondok. Kami menyakini tim ini aman dilepas dan kami bertanggung jawab sepenuhnya,” tukasnya.

Keinginan Mulyoko beralasan sebab, 80 persen penghuni Lapas Kelas IIb Papakelan adalah warga Kabupaten Minahasa, yang tentunya butuh juga kepedulian dari pemerintah setempat.

“80 persen mereka adalah warga Minahasa. Alangkah baiknya memang bila Pemkab Minahasa punya kepedulian memberdayakan mereka selama mereka dalam binaan Lapas. Ini bagian pembinaan kemandirian, agar mereka tidak berdiam diri dalam Lapas tanpa beraktifitas atau melakukan hal-hal yang berarti, juga bisa ada pemasukan bagi mereka untuk membantu kebutuhan keluarga mereka di rumah, meski mereka ada dalam Lapas,” ujar Mulyoko.

“Padahal kan ketika mereka bekerja, juga bisa jadi ajang bertemu dengan keluarganya, meski sekedar mengantar rokok atau kopi untuk minum bersama saat lepas kerja,” pungkasnya.(fernando lumanauw)

Leave a Reply