Skema Triple Helix Bappenas-Unsrat, Tingkatkan Produksi Sapi dan Pangan

Manado – Kementerian PPN/Bappenas dan Universitas Sam Ratulangi Manado tengah membahas rancangan Nota Kesepahaman Kemitraan Triple Helix untuk Pengembangan Agrikultur/Ketahanan Pangan untuk meningkatkan produksi daging sapi nasional.

Deputi Bidang Kemaritiman dan Sumber Daya Alam Kementerian PPN/Bappenas Arifin Rudiyanto saat berdialog dengan Rektor Unsrat Ellen Joan Kumaat, Selasa (17/11/2020) (foto:Ist)

Mengingat saat ini neraca daging sapi nasional masih defisit, terbukti dari ketersediaan daging sapi yang masih belum mencukupi permintaan.

Nota Kesepahaman ini menjadi sangat penting di dalam peningkatan produksi daging sapi nasional, mengingat pada saat ini neraca daging sapi nasional masih defisit, di mana ketersediaan daging sapi baru 423 ribu ton atau masih di bawah perkiraan permintaan sebesar 717 ribu ton. Ke depan, kebutuhan konsumsi daging sapi diperkirakan terus meningkat, sehingga produksi daging sapi harus dapat kita tingkatkan untuk memenuhi kebutuhan dalam
negeri.

Untuk itu, sebagai salah satu langkah yang dapat kita ambil bersama adalah melalui skenario Pengembangan Peternakan Sapi Terintegrasi Hulu-Hilir yang mencakup penguatan pembibitan, budidaya, pengolahan hasil ternak, dan distribusi sampai ke tingkat konsumen,” jelas Deputi Bidang Kemaritiman dan Sumber Daya Alam Kementerian PPN/Bappenas Arifin Rudiyanto saat berdialog dengan Rektor Universitas Sam Ratulangi Manado Ellen Joan Kumaat, Selasa (17/11/2020).

Upaya peningkatan produksi daging nasional menjadi salah satu Prioritas Nasional (PN) dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024.

Yaitu PN 1: Penguatan Ketahanan Ekonomi untuk Pertumbuhan yang Berkualitas yang dijabarkan ke dalam Program Prioritas 3: Peningkatan Ketersediaan, Akses, dan Kualitas Konsumsi Pangan dan Program
Prioritas 6: Peningkatan Nilai Tambah, Lapangan Kerja, dan Investasi di Sektor Riil dan Industrialisasi.

“Pemerintah mendorong skema Triple Helix, yaitu strategi kerjasama keterlibatan tiga pihak, pemerintah, akademisi, dan industri. Skema Triple Helix diarahkan untuk pengembangan peternakan sapi terintegrasi hulu-hilir yang terdiri dari komponen pembibitan sapi, penyediaan pakan dan obat hewan, pengembangan budidaya sapi modern, peternakan sapi rakyat, penguatan rumah potong hewan, industri pengolahan daging sapi, serta riset dan pengembangan SDM melalui pendidikan dan pelatihan,” tutur Arifin.

Leave a Reply