Soal Pejabat Tak Tinggal di Minsel, Tetty Belum Berikan Sanksi

Minsel – Janji Bupati Minahasa Selatan (Minsel), Tetty Paruntu  mewajibkan pejabatnya tinggal di Minsel, kembali dipertanyakan oleh warga.

“Katanya pejabat Minsel harus tinggal di Minsel, tapi mana buktinya, karena masih banyak pejabat Minsel yang tinggal di luar Minsel,” jelas Meyvo warga Minsel.

Ia menambahkan, Bupati seharusnya tegas dalam memberikan sanksi.

“Seharusnya bupati langsung memberikan sanksi tegas, jangan seperti ini ada sikap pandang enteng dari beberapa pejabat,” kata dia.

Dijelaskannya, jika membuat satu kebijakan, bupati harus memberlakukan itu semua secara merata.  “Di sisi lain ada pejabat yang berusaha memenuhi kebijakan tersebut, disisi lain malah beberapa pejabat dibiarkan saja tidak mematuhi kebijakan tersebut,” jelasnya.

Sementara itu bupati beberapa waktu lalu mengatakan, untuk melaksanakan hal tersebut, pasti membutuhkan proses. “Sedikit-demi sedikit prosesnya, saya tetap melakukan tindakan terhadap pejabat yang mengabaikan. Kalau tidak mau patuh, ya bisa saya ganti,” jelasnya.

Ia mengaku, sebenarnya sudah ada yang dilakukannya, untuk memberikan sanksi, namun tidak disadari oleh para pejabat dan PNS Minsel.

“Sudah ada pejabat yang saya ganti, dan nanti ada yang menyusul, jika ada yang tidak mau menetap di Minsel juga, karena kita mau yang terbaik untuk Minsel,” jelasnya.

Para pejabat seharusnya sudah berdomisili di Minsel,  sebab setiap SKPD sudah menyediakan rumah dinas, dan rata-rata tidak ditinggali, sehingga hanya terbengkalai begitu saja.

“Nanti kita akan evaluasi lagi, kalau ada juga yang masih mengabaikan, ya pastinya akan ada penindakan,  bisa berupa penggantian,” jelas Paruntu.

 

Leave a Reply