Surat Terbuka Untuk Ketua GAMKI Minsel

Yurike Madonna Makisurat mantan pengurus GAMKI Manado

Salam kasih,
Saya Yurike Madonna Makisurat mantan pengurus GAMKI Manado tahun 2011 sangat menyayangkan dengan pernyataan yang disampaikan oleh saudara Alfons Sumual sebagai ketua GAMKI Minahasa Selatan, dimana menolak kegiatan konser yang akan dilaksanakan oleh Apache pada Sabtu 24 Maret 2018 nanti karena bagi saya hal tersebut adalah sesuatu yang emosional dan tidak Alkitabiah sebagaimana kiblat GAMKI tertuju pada Firman Tuhan.

Penolakan ini justru adalah sebuah kemunduran iman bagi kita umat Kristen bahwa hal-hal semacam hiburan seperti yang dilakukan oleh perusahaan rokok Apache dijadikan sebagai alasan bahwa penghayatan minggu sengsara Yesus Kristus adalah kegiatan yang tidak bisa dilakukan karena akan mengganggu masa penghayatan tersebut.

Ini harusnya menjadi tantangan yang dihadapi secara iman, yaitu dengan berdoa sebagaimana yang dilakukan oleh Tuhan Yesus di taman Getsemani saat dimana sebelum Dia ditangkap dan disalibkan.

Dia sebagai Tuhan bisa saja menolak untuk disalib namun apa yang dilakukan, yaitu dengan berdoa dan mengingatkan kepada murid-muridnya agar berjaga-jaga dan berdoa supaya jangan jatuh kedalam pencobaan.

Sebenarnya konteks ini haruslah dipisahkan dalam kegiatan iman dan bisnis. Konser yang diselenggarakan oleh pihak Apache adalah murni kegiatan bisnis dari perusahaan tersebut dan tidak berkaitan dengan iman umat Kristiani bahkan bukan tidak mungkin banyak umat nasrani juga yang bekerja di kantor yang menjual rokok Apache itu.

Sama halnya apabila memasuki bulan puasa umat muslim apakah mereka semua menolak agama yang lainnya yang berjualan makanan? Atau umat Hindu yang merayakan Nyepi dan kita agama yang lain tidak bisa melakukan apapun saat tersebut?

Saya bukannya mau membenturkan saudara Sumual dengan agama yang lainnya namun kita hidup di bumi pertiwi ini dengan beragam agama bahkan pancasila yang adalah dasar negara ini tentunya harus bijak dalam bersikap dan menyampaikan pendapat. Saling menghormati antar umat beragama itu penting tapi kitapun harus mampu membedakan mana kegiatan keagamaan, bisnis, bahkan politik.

Penting bagi kita sebagai generasi muda di negara yang berkiblat pada Pancasila sebagai dasar dan falsafah hidup setiap anak bangsa untuk memahami bagaimana hidup berbhinneka didalam beragam budaya dan bermacam agama yang ada.

Sebagai umat yang percaya kepada Tuhan kita juga harus mampu memposisikan diri kita dalam kehidupan dunia ini, sebab yang Yesus sampaikan kepada kita adalah jangan kamu menjadi serupa dengan dunia ini bukannya menolak dunia ini.

GAMKI Minsel mungkin saja bisa mengajak anak muda atau masyarakat yang menghayati minggu sengsara ini untuk berdoa bersama di hari sabtu nanti bukannya menolak kegiatan konser itu berlangsung.

Semoga surat ini bisa dibaca oleh saudara Alfons dan menjadi renungan pula bagi kita generasi muda Kristen dalam hidup saling mengasihi sesama dan bagaimana cara bersikap dalam menghadapi tantangan dewasa ini.

Salam kasih,
Yurike Madonna Makisurat, S. Psi.,

Leave a Reply