Tak Terima Dituduh ISIS, Jobert Mumek Warga Tomohon Tuntut Sumarsono-Lumowa dan Sejumlah Media Rp100 Juta

Manado – Ova Jobert Mumek, warga Desa Matani II, Kecamatan Tomohon Tengah, Kota Tomohon, merasa dirugikan atas perbuatan Penjabat Gubernur Sulut, Soni Sumarsono, Kepala Dinas Tenaga Kerja, Asisten Ekonomi dan Pembangunan Kota Tomohon, Ronny Lumowa, yang mengatakan Jobert bergabung dengan kelompok ISIS.

Selain Sumarsono dan Lumowa, Jober yang mengaku pernah bekerja sebagai oprater alat berat di Arab Saudi juga menuntut media cetak, elektronik dan online di Sulut yang telah melecehkan nama baiknya karena memberitakan isu yang diberikan Sumarsono dan Lumowa yang dinilai Jober tidak benar sama sekali.

Untuk itu, ia menuntut Sumarsono dan Lumowa yang menjadi sumber berita, bersama media cetak, elektronik dan online agar memberikan ganti rugi sebesar Rp100 juta. Karena, dalam surat somasi yang dikirim Jobert, Jumat pecan lalu, ia mengaku sangat ketakutan.

“Saya bersama istri, anak dan keluarga mengalami ketakutan yang teramat sangat, anak dan istri saya juga dikucilkan masyarakat. Saya pribadi ketakutan untuk keluar berkeliaran, karena takut ditangkap dan ditembak mati pihak kepolisian,” kata Jobert dalam surat somasi yang ditujukan kepada Sumarsono, Lumowa dan media yang memberitakan isu itu.

Karena kata Jobert, masalah ISIS adalah masalah terorisme yang menjadi masalah dunia internasional. “Akibat permasalahan ini nama baik saya dan keluarga besar tercoreng. Karena masalah ini juga saya mengalami tekanan batin. Saya malu kepada tetangga dan kenalan-kenalan saya,” tuturnya.

Selain merasa malu dan takut, Jobert juga mengalami kerugian materil. Karena, ia telah meninggalkan masalah penuntutan hak yang sementara berproses di Jakarta. Dimana, gaji yang dibayarkan PT Goyib Mohammad al’Otaiby di Arab Saudi tidak sesuai kontrak kerja yang ditawarkan.

“Namun disaat saya sedih dan tergunjang karena sulitnya mendapatkan hak-hak saya, saya malah dilundu masalah ini. Rumah saya di Tomohon didatangi orang tak dikenal sebanyak empat kali, mereka meminta foto dan dokumen saya. Mereka mengatakan kalau saya terduga teroris kelompok ISIS,” ungkap Jobert.

“Mendengar informasi itu saya terkejut dan shock. Ditambah lagi semua orang di daerah saya telah mengetahui tentang informasi yang tidak benar itu. Pemberitaan Penjabat Gubernur, Soni Sumarsono tentang saya yang terlibat kelompok ISIS telah menghebohkan keluarga dan masyarakat Tomohon,” sambungnya.

Mendengar tuduhan tersebut, Jobert kemudian berusaha mencari pinjaman uang untuk sesegera mungkin kembali ke Kota Manado. “Karena pentingnya keselamatan dan pemulihan nama baik, maka saya meminta batas waktu lima hari setelah surat somasi ini disampaikan dan segera ditanggapi. Jika surat simasi ini tidak ditanggapi pihak-pihak yang saya tuntut, saya akan meneruskan masalah ini ke pihak kepolisian,” paparnya. (jenglen manolong)

Leave a Reply