Tambang PT Sumber Energi Jaya di Minsel, Antara Ijin dan Perilaku Berbeda

Catatan : Olden Kansil, Pengamat Sosial KOMA 98 Sulut.

ADALAh PT Sumber Energi Jaya (PT SEJ), perusahan tambang emas yang beroperasi di Minahasa Selatan (Minsel), melingkupi area yang ditenggarai lintas kabupaten di Provinsi Sulawesi Utara (Sulut).

Disisi lain adalah masyarakat beberapa desa seperti Tokin, Picuan, Karimbow yang pada akhir tahun 2000-an sempat beralih profesi dari masyarakat tani menjadi masyarakat pertambangan pasca temuan adanya kandungan emas di desa mereka tersebut.

Awal peralihan aktifitas ini berjalan aman sampai masuknya pemodal dalam skala modern mengklaim sebagai pemegang ijin pertambangan emas di area dimana wilayah desa mereka berada.

Berawal dengan upaya penahanan pemilik area tambang rakyat di Desa Picuan oleh aparat negara bersenjata lengkap, proses intimidasi kepada masyarakat dimulai medio 2012 yang lalu.

Masyarakat yang awalnya begitu solid mempertahankan eksistensi pertambangan rakyatnya harus berhadapan dengan semburan peluru aparat atas nama hukum negara, namun pada hakekatnya menghantar kepentingan investor pertambangan emas skala modal besar, PT SEJ menapaki “cakar-cakar besinya” untuk mengeksplorasi kekayaan milik rakyat Sulut dan khususnya warga Minsel.

Dari analisa rentetan kekerasan aparat di Desa Picuan, kantor Lembaga Bantuan Hukum Manado menduga kuat pola-pola intelejen lewat mode devide it impera atau politik adu domba terjadi. Hal mana diperkuat dengan terjadinya beberepa konflik horisontal di tengah masyarakat, dan konflik antar desa yang mengakibatkan jatuhnya korban meninggal dunia pada masyarakat Picuan dan Wanga.

Dari paparan eksistensi PT SEJ yang beroperasi di wilayah Kabupaten Minsel tersebut diatas, dan pola praktek kemasyarakatan dibeberpa desa seputar wilayah tambang tersebut, tentu saja merangsang pemikiran kita untuk mempertanyakan perijinan PT SEJ yang pada level provinsi tidak ditemukan adanya kajian Amdalnya.

Sementara pada sisi lingkungan kita dapati lewat google mao bahwa telah terjadi kerusakan besar pada area operasi pertambangan PT SEJ. Opini singkat ini ingin menggugah para pemangku kebijakan untuk lebih bijaksana dalam bersikap, apakah bela uang dan investor ataukah bela rakyatnya ?

Dari informasi awal yang ada pada penulis mendapati bahwa perijinan PT SEJ berskala Kabupaten Minahasa Selatan. Namun dari praktek bermasyarakatnya kehadiran investor tambang ini telah berhasil mengintimidasi masyarakat di beberpa desa seputar tambang. Hal ini menunjukan adanya kontradiksi antara perijinan dan kontribusi sosial PT SEJ kepada anak suhu Minaesa yang berdiam di beberapa wanua sekitar wilayah tambangnya. Mirisnya pemerintah kita baik Pemkab Minsel maupun Pemprov Sulut seakan menutup mata dengan semua kontradiksi kehadiran PT SEJ itu. (***)

Leave a Reply

© 2010-2017 CyberSulutNews.co.id - Media Online di Sulawesi Utara.
Powered by Tadulako