Tambang PT Sumber Energi Jaya (PT SEJ) Penyebab Kerawanan Sosial di Minsel

Minsel – Tambang PT Sumber Energi Jaya (PT SEJ) disebut menjadi penyebab kerawanan sosial, yakni salah satunya meningkatkan kriminalitas di beberapa desa di wilayah tambang tersebut.

Hal ini diungkapkan, Tokoh Masyarakat desa Picuan, Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel), Henrie Rambet, kepada cybersulutnews.co.id, Selasa (03/02).

“Terjadinya kerawanan sosial di desa-desa, antara lain Picuan, Tokin, Karimbow yang menyulut terjadinya pertikaian antar warga di desa-desa lingkar tambang itu,” katanya.

Dijelaskan Rambet, padahal sebelumnya masyarakat disana hidup dengan rasa persaudaraan yang sangat tinggi tanpa adanya pertikaian dan kekerasan. Perubahan sosial yang terjadi di masyarakat adalah dampak dari pada keberadaan PT SEJ.

“Seharusnya interaksi sosial menjadi lebih baik dengan adanya tambang PT SEJ. Tapi hal ini tidak maksimal, malah adanya berlawanan-perlawanan warga. Selain perusahaan tambang membangun infrastruktur dan ekonomi masyarakat lingkar tambang dibeberapa desa yang ada, pemanfaatan nilai sosial juga hal terpenting yang harus menjadi prioritas,” jelasnya.

Apalagi lanjutnya, kerawanan dengan beberapa kali kasus pertikaian disana berimbas bagi keamanan daerah secara luas bagi Sulawesi Utara.

“PT SEJ harus bisa membuka katub-katub yang tersumbat dengan masyarakat lingkar tambang. Apa itu ? Yah, harus bisa membangun ekonomi dan sosial masyarakat lingkar tambang. Sehingga tak ada sekat-sekat antar perusahaan dan masyarakat yang ada, dan bangun ekonomi masyarakat dan bukan sebaliknya saat ini PT SEJ hanya tutup mata,” ucapnya sembari menyambung masalah Amdal harus diperhatikan.

“Kalau sudah merusak tatanan lingkungan hidup, jelas PT SEJ akan selalu berhadapan dengan masyarakat yang sejak awal penolak kehadiran tambang PT SEJ itu,”tutupnya.

Sementara itu pihak PT SEJ sampai berita ini dipublis masih menutup diri dengan berbagai sorotan mengenai keberadaan perusahaan tambang itu atau begitu sulitnya dikonfirmasi.

“Terlihat pihak perusahaan tak menggubris sorotan dari kami, tetapi kami akan terus bersuara mengenai tambang ini, dan langkah terakhir kami akan turun kejalan untuk demo,” ancam Iwan Moniaga, Mantan Presidium Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Pusat ini. (vebry)

Leave a Reply