Tarian Pato-Pato Ibu Dietje Dikagumi Mendagri

Ketua TP PKK Sulut Menari Poco-poco

Ketua TP PKK Sulut Menari Poco-poco

Jakarta – Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi mengagumi tarian Pato-pato yang dibawakan 96 anggota Tim Penggerak (TP) Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Sulawesi Utara.

Ketua TP PKK Sulut Dietje Sarundajang-Tumbuan dan Wakil Ketua Mieke Kansil-Tatengkeng memimpin tarian populer asal Sulut ini di acara Jambore Kader PKK tingkat Nasional yang berlangsung pada tanggal 6-9 Oktober 2013 di Hotel Mercure, Ancol Jakarta.

TP PKK dari 15 Kabupaten/kota di Sulut tampil dengan seragam biru dipadu topi biru dan short hitam membuat Mendagri bersama Isteri serta pejabat di lingkup Kemdagri dan para tamu undangan TP PKK provinsi lain terkagum atas keserasian dan kekompakan tarian yang disertai tawa riang para peserta Sulut.

“Parade tarian Sulut luar biasa, mereka semua kompak dan penuh semangat meskipun panas terik,” ujar peserta lain.

Sebelumnya, Mendagri dalam sambutannya mengatakan, beri apresiasi kepada seluruh TP PKK Pusat dan Provinsi sehingga acara ini bisa terselenggara dengan baik. “Acara ini menjadi ajang silahturahmi antar kader dan pengurus TP PKK dari seluruh Indonesia,” ucapnya.

Menurut Mendagri, dalam Jambore ini kemampuan para kader PKK di Desa dan Kelurahan dapat ditingkatkan untuk lebih berprestasi dalam melaksanakan program-program PKK dalam rangka meningkatkan keberdayaan keluarga. Juga untuk mengembangkan sikap dan perilaku keteladanan bagi seluruh kader sehingga menjadi panutan bagi masyarakat.

Untuk meningkatkan kemampuan kader, ungkap Gamawan, para pengurus TP PKK perlu melakukan pelatihan dan bimbingan teknis. Hal lain yang perlu dilakukan, mengembangkan kepribadian yang berlandasan pada norma-norma kehidupan sehingga terbangun sikap dan perilaku saling asah, saling asih dan saling asuh diantara para kader.

Hal lain yang diungkap Mendagri mengenai jumlah penduduk miskin di Indonesia saat ini sekitar 29,1 juta jiwa (11,96%). Untuk itu, diperlukan peran aktif para kader TP PKK sehingga program pemberdayaan masyarakat miskin dapat ditingkatkan guna menurunkan jumlah penduduk miskin.

Disisi lain, Mendagri mengatakan, Indonesia telah berkomitmen untuk menyukseskan Tujuan Pembangunan Milenium/MDG’s pada tahun 2015. Berdasarkan data, sampai tahun ini dari 8 (delapan) target belum semuanya tercapai, bahkan ada beberapa target yang tidak akan tercapai bila tidak ada upaya sungguh-sungguh pemerintah Pusat dan Daerah.

“Peran aktif TP PKK untuk menyukseskan pencapaian target-target MDG’s dengan memfokuskan pada upaya peningkatan kesehatan ibu, bayi, dan balita, mengendalikan penyakit menular, khusunya HIV-AIDS serta penyediaan air bersih,” jelas mantan Gubernur Sumatera Barat.

Hal menggembirakan bagi TP PKK Sulut, dimana Mendagri telah menetapkan Peraturan Menteri Dalam Negeri No. 1 Tahun 2013 mengenai pemberdayaan masyarakat melalui gerakan PKK. Dalam Permendagri tersebut, penyusunan APBD mengamanatkan Pemda mendukung pembiayaan untuk pelaksanaan program-program PKK.

“Tahun 2014 melalui Permendagri No.27 Tahun 2014 mengenai pedoman penyusunan APBD tahun 2014, telah diatur secara jelas dalam pelaksanaan program-program PKK, TP PKK didukung pendanaan dari APBD. Sedangkan untuk TP PKK Desa dapat didukung melalui Alokasi Dana Desa (ADD),” tutur Gamawan.

Mendagri berharap, para Kepala Daerah Provinsi dan Kab/Kota senantiasa mendukung anggaran untuk mensukseskan pelaksanaan program-program pokok PKK.

Dalam Jambore ini diisi dengan kegiatan-kegiatan seperti parade dan devile, pameran usaha peningkatan sumber ekonomi TP PKK, pameran dan lomba foto kegiatan-kegiatan PKK, atraksi kesenian, ceramah dan lomba-lomba lainnya.

Dari pengamatan wartawan media ini, stand provinsi Sulut yang palin besar dan panjang dibanding stand provinsi lain. Nampak Dietje Sarundajang, Mieke Kansil dan isteri-isteri bupati yang ada di Sulut turut menawarkan produk olahan dan hasil kerajinan tangan kader PKK Sulut kepada para pengunjung. (patrispangaila)