Tegas! Agum Gumelar : Jangan Karena Tak Suka Terhadap Pemerintah, Lantas Membenci dan Bersekutu dengan Kaum Radikal

Manado – Pernyataan lugas dan tegas disampaikan Ketua Umum Ikatan Keluarga Alumni Lemhanas (IKAL) Jendral (Purn) Agum Gumelar pada pelantikan Pengurus IKAL Komisariat Daerah Sulut, Senin (27/11) sore di ruang CJ Rantung Kantor Gubernur Sulut.

Dikatakannya, ada upaya dari minoritas anak bangsa untuk mengubah ideologi Pancasila. Berbagai cara dilakukan ‘kaum radikal’ ini untuk merongrong keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia termasuk membentuk organisasi kemasyarakatan (Ormas). Mereka, menurut mantan Menkopolhukkam ini, adalah kelompok yang cerdas yang secara masif menebarkan faham radikalisme terhadap mayoritas anak bangsa yang setia terhadap Pancasila, NKRI dan UUD 1945.

“Terhadap paham dan ormas anti Pancasila ini sebagai prajurit saya tegas mengatakan, lawan dan musnahkan dari negara yang kita cintai bersama ini,” tegas pria yang saat ini juga dipercaya menjabat Ketua Persatuan Purnawirawan Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (PEPABRI).

Dia kemudian memberikan testimoni bahwa pernah dalam kapasitasnya sebagai Ketua Pepabri memberikan pernyataan keras mendukung pemerintah dalam membubarkan Ormas yang memiliki paham anti Pancasila dan Bhineka Tunggal Ika. Atas pernyataannya tersebut, ia sempat ditegur senior Jendral yang menyatakan bahwa purnawirawan TNI harus netral.

“Saya menjawab, terhadap paham anti Pancasila kita harus tegas. Kita harus berpihak membela Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhineka Tunggal IKa karena sebagai prajurit kita harus kembali kepada Sapta Marga, di mana sumpah pertama dan kedua menyatakan : pertama, Kami Warga Negara Kesatuan Republik Indonesia yang bersendikan Pancasila; Kedua, Kami Patriot Indonesia,mendukung serta membela Ideologi Negara yang bertanggung jawab dan tidak mengenal menyerah,” ungkapnya.

Ia melanjutkan, setelah ditelusuri, Jendral senior menegur dia suapay netral hanya karena tidak suka dengan pemerintah saat ini.

“Camkan baik-baik, jangan sampai karena ketidaksukaan kita terhadap pemerintah lantas kita membenci dan bersekutu dengan kaum radikal anti Pancasila sehingga sebagai prajurit mengabaikan sumpah dalam Sapta Marga,” ingat Agum Gumelar dalam kegiatan yang dihadiri pimpinan Polda Sulut, Kodam 13, Lantamal, Lanudsri, Kejaksaan, purnawirawan dan birokrat Pemprov Sulut.

Dalam kesempatan ini, Agum Gumelar juga berpesan kepada segenap TNI dan Polri untuk terus menjaga soliditas.

Soliditas TNI-Polri merupakan kekuatan yang mampu menjaga NKRI dari rongrongan kaum radikal yang anti Pancasila. “Siliditas TNI-Polri sangat penting dijaga karena saat ini berbagai upaya dilakukan mereka yang anti Pancasila untuk mengadu domba dua lembaga ini. Ada upaya membengtur-benturkan TNI dan Polri, contohnya saat demo alumni 212 lalu, ada yang berteriak TNI sahabat kita, Polri musuh kita. Hati-hati, ini merupakan upaya adu domba,” ujarnya.

Diketahui, Agum Gumelar melantik pengurus IKAL Komisariat Daerah Sulawesi Utara disaksikan Gubernur dan Wakil Gubernur Sulut serta unsur Forkopimda.

Dua mantan Gubernur Sulawesi Utara (Sulut) Letjen TNI Purn Evert Erenst Mangindaan SE dan Dr Sinyo Harry Sarundajang (SHS) serta Letjen TNI Purn Johny Lumintang (JL) dinobatkan masuk jajaran dewan penasehat Pengurus IKAL Sulut periode 2017-2022.

Adapun para pengurus yang dilantik terdiri dari, Ketua Ronald Lumempow, Wakil Ketua Ramoy Luntungan, Sekretaris Ferdinand Mewengkang, Bendahara Roy Roring, Wakil Bendahara Ricky Toemandoek dan sejumlah anggota bidang seperti, Prof Moningka dan Flora Kalalo.

Terpantau hadir menyaksikan rangkaian acara pelantikan tersebut, Wagub Drs Steven Kandouw, unsur Forkopimda dan sejumlah Pejabat Pemprov Sulut.

Leave a Reply