Terdakwa Korupsi ‘Serang’ Wakil Ketua DPRD Sangihe di Persidangan

Manado, Cybersulutnews- Terdakwa dugaan tindak pidana korupsi pengadaan sound system ruang rapat paripurna Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sangihe tahun 2014, yakni Terdakwa MS dan Terdakwa VW, menyangkal keterangan Wakil Ketua DPRD Sangihe Risald Paulus Makagansa dalam sidang lanjutan kasus tersebut di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Manado, Selasa (30/01) kemarin.

Pasalnya Menurut keduanya, ada beberapa keterangan Makagansa yang tidak sesuai dengan fakta.

Misalnya, soal hubungannya dengan Makagansa. Dimana, dalam persidangan Makagansa mengaku sudah kenal terdakwa VW sebelumnya saat orangtua mantunya pernah menjadi anggota DPRD satu periode.

Namun keterangan tersebut, ditepis VW. Menurutnya ia dan Makagansa tidak saling kenal.
Ia pun menyebutkan, bahwa Makagansa sempat meminta pinjaman kepada dirinya sebesar Rp80 juta dan AC untuk dipasang di rumah wakil ketua DPRD itu.

“Permintaan pertama sebesar Rp20 juta, lewat terdakwa MS. Kemudian Rp60 juta dalam rangka open house pimpinan wakil DPRD, dan pak Makagansa minta pagi, nanti diantar malam. Itu tahun 2014. Saya antar langsung,” sebutnya dihadapan Majelis Hakim yang dipimpin Halidjah Waliy

Menariknya, semua pengakuan terdakwa VW dibantah balik Makagansa. Ia mengaku tidak pernah meminta langsung ke terdakwa VW.

“Tidak pernah yang mulia. Di rumah saya ada AC, tapi tidak diantarnya. Kalu dari saudara terdakwa MS pernah, saya suru beli Rp6 juta,” ujarnya.

Dalam sidang juga terangkat soal, Makagansa meminjam uang Rp10 juta kepada terdakwa VW. Namun, uang tersebut tidak berkaitan dengan perkara sound system. Uang itu digunakan, Makagansa untuk membayar TGR.

“Waktu itu kita kena TGR. Dan ada saran dari orang untuk pinjam ke terdakwa VW. Kemudian saya berinisiatif menjaminkan sertifikat ke VW, tapi tidak diambil sertifikatnya. Namun uangnya dikasih. Langkah ini diambil bersama Ketua Komisi A Helmud Montong saat ini wakil bupati Sangihe,” sebut Makagansa.

Usai sidang, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Leo Putra saat diwawancarai awak media menegaskan, dalam kasus ini kemungkinan masih ada terdangka lain.

“Kita masih terus dalami. Kita lihat saya, jika sudah ada dua alat bukti kuat pasti akan ada tersangka lain,” tandasnya.

Dalam kasus ini, Kejari Sangihe telah menetapkan tiga tersangka, NY selaku Pengguna Anggaran (PA) merangkap juga sebagai Pejabat Pembiat Komitmen (PPK), MS selaku ASN staf di DPRD Sangihe dan VW sebagai pelaksana kegiatan.

Perbuatan para terdakwa, yaitu terdakwa I NY dan terdakwa II MS bersama-sama saksi VW sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 2 Ayat (1) Juncto Pasal 18 Undang-undang RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi sebagaimana telah diubah dan ditambah dengan UU RI Nomor 20 Tahun 2001 tentang perubahan atas UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi Juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP. (Marend)

Leave a Reply