Tiga Kali Persidangan Tipikor, Nama Bupati Minut Disebut

Tersangka Korupsi Pemecah Ombak Saat Mengembalikan Keuangan Negara Kepada Penyidik Kejati beberapa waktu lalu.

Manado, cybersulutnews- Indikasi adanya keterlibatan oknum Bupati Minahasa Utara (Minut) dalam proyek tanggul penahan/pemecah ombak di Desa Likupang Dua berbanderol Rp15 miliar, kian menguat. Begitu, Pengadilan Negeri (PN) Manado, beberapa kali menggelar sidang perkara korupsi tersebut.

Menariknya, selama tiga kali persidangan dihelat, nama VAP alias Vonnie, tetap menggema. Bahkan, ketika Kepala Biro Keuangan (Karo) di Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Rifai M.B.A bersaksi, Kamis (8/3), dirinya pun sempat menyebutkan kalau dirinya pernah bertemu dengan VAP. Namun, dijelaskan tidak dalam kapasitas membahas proyek yang merugikan keuangan negara sebesar Rp8,8 miliar. “Pernah bertemu dalam kapasitas lain,” jawab saksi.

Sementara itu, telah diketahui, nama VAP pertama kali menggema di persidangan, saat tim Jaksa Penuntut Umum (JPU) Bobby Ruswin cs membacakan dakwaan berkas terdakwa RMT alias Rosa, terdakwa SHS alias Stevenson dan terdakwa RB alias Robby, Senin (13/2) lalu.

Dimana, JPU dengan lantang menyebutkan bahwa dana miliaran yang menjadi kerugian negara dalam proyek tersebut, diduga kuat telah mengalir ke kantong Vonnie. “Melakukan perbuatan memperkaya diri sendiri atau orang lain atau suatu korporasi, yaitu memperkaya diri terdakwa Rosa sebesar Rp100 juta, atau setidak-tidaknya sekitar jumlah tersebut, atau orang lain yaitu terdakwa Robby sebesar Rp348 juta atau setidak-tidaknya sekitar jumlah tersebut, Vonnie sebesar Rp8,3 miliar lebih atau setidak-tidaknya sekitar jumlah tersebut, yang dapat merugikan keuangan negara atau perekonomian sebesar Rp8,8 miliar lebih,” papar JPU.

Lain halnya, saat saksi Erwin Salangka selaku mantan Kepala Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Minut bersama saksi Laidy Giroth selaku Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Minut, dihadirkan tim JPU dalam persidangan, Selasa (27/2) lalu.

Di moment tersebut, untuk kedua kalinya, nama Vonnie kembali menggema di ruang sidang. Bahkan, saksi Erwin dan Laidy telah menerangkan kalau sebelum mereka membawa 10 proposal ke BNPB pusat, telah ada pertemuan awal di rumah rekan partai politik Bupati Minut yang secara garis besar membahas tentang pengajuan proposal dari BPBD Minut.

“Jadi pertemuan di rumah bapak Yusuf Kaunang, teman di partai.ibu Bupati Vonnie Panambunan,” beber saksi Erwin.
“Dalam pertemuan itu dipertanyakan proposal usulan BPBD Minahasa Utara, apa ada proposal yang menjadi usulan di BNPB. Kita langsung serahkan proposal darurat dan rekonstruksi,” ungkapnya, seraya memberi penjelasan kalau item proyek pemecah ombak telah dimasukan dalam proposal rekonstruksi dengan banderol Rp5 miliar lebih.

Selain itu, saksi turut membeberkan kalau dalam pertemuan, hadir pula oknum perwira polisi, Rio Permana yang saat itu menjabat selaku Kapolresta Manado. Sayangnya, saksi tidak menjelaskan tentang kapasitas kehadiran Rio dalam proses pembahasan usulan pengajuan proposal ke BNBP.

Terkait adanya proposal ke-11 yang dibawa terdakwa Stevenson (eks Kepala Dinas PU Minut), saksi Erwin dan Laidy mengaku baru mengetahuinya setelah tiba di Jakarta.

Bukan itu saja, saksi juga membeberkan kalau Direktur Tanggap Darurat BNPB sempat melontarkan kata kalau harus Bupati Minut yang datang membawa proposal tersebut.

“Ketemu dengan Direktur Tanggap Darurat, namanya Junjungan Tambunan. Proposal dibawa ke bidang administrasi. Sesudah itu, dikatakan bahwa proposal harus dibawa oleh Ibu Bupati,” terang saksi Giroth.

Patut diketahui, dalam perkara ini, terdakwa Rosa, Stevenson dan Robby, telah diseret hingga ke meja hijau oleh JPU, dengan menggunakan Pasal 2 ayat (1) dan Pasal 3 juncto (jo) Pasal 18 Undang-Undang RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, sebagaimana telah diubah dan ditambahkan dengan UU RI No 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas UU RI No 31 Tahun 1999, jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHPidana. (dl)

Leave a Reply