Tokoh Agama Diminta Jadi Pelopor Pencegahan Perpecahan Antar Golongan

Minahasa – Tokoh Agama yang tergabung dalam Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Minahasa, diminta agar menjadi pelopor dalam mencegah terjadinya perpecahan antar golongan.

Hal ini diungkap Wakil Bupati Minahasa Robby Dondokambey SSi MM, saat membuka Rapat Koordinasi dengan FKUB Minahasa, bertempat di Aula Monumen Benteng Moraya Tondano, Kamis (04/03) siang.

“Kerukunan antar umat beragama tidak muncul secara tiba-tiba, akan tetapi merupakan hasil dari kesadaran bersama bahwa perpecahan dan egoisme golongan akan membawa kehancuran. Untuk itu, marilah kita menjadi pelopor dalam mencegah perpecahan diantara umat beragama,” kata Wabup.

Lanjut kata RD, kerukunan adalah hasil dari ikhtiar bersama untuk hidup saling menghormati dan tidak memberi ruang bagi timbulnya saling curiga, serta tidak membiarkan berkembangnya benih-benih kebencian, benih permusuhan yang akhirnya menghancurkan persatuan dan persaudaraan diantara kita.

“Dalam rapat koordinasi ini, kiranya kita dapat meningkatkan pemahaman akan peran strategis tokoh agama dalam membina dan menjaga kerukunan umat beragama. FKUB hendaknya menjadi tenda bangsa yang mengayomi semua umat beragama dari beragam kelompok. Pemkab Minahasa menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya atas kerja FKUB dalam merawat toleransi di masyarakat,” ucapnya.

Menurutnya, tantangan kehidupan beragama kian hari kian berat, kehadiran media sosial dalam mewarnai kehidupan beragama dewasa ini tidak bisa diabaikan. Tidak jarang media sosial membawa hoax dan ujaran-ujaran kebencian yang justru menimbulkan perpecahan.

“Pemerintah Daerah mendukung agar peran FKUB semakin optimal dalam menjalani nilai-nilai moderasi beragama. Komitmen ini harus tertanam dalam kesadaran para tokoh dan aktifitas FKUB disemua tingkatkan,” kata RD.

Wabup berharap, rapat koordinasi ini dapat melahirkan rumusan-rumusan yang visioner serta rencana-rencana program strategis untuk meneguhkan nilai-nilai moderasi dan toleransi beragama.

“Sangat dibutuhkan figur tokoh-tokoh agama yang mempersatukan, sehingga umat tidak terjebak pada pandangan-pandangan yang ekstrim dan melegalkan kekerasan. Perlu diingat bahwa tugas FKUB yaitu menyalurkan aspirasi ormas keagamaan dan masyarakat dalam bentuk rekomendasi sebagai bahan kebijakan Bupati, melakukan sosialisasi peraturan perundangan-undangan dan kebijakan di bidang keagamaan yang berkaitan dengan kerukunan umat beragama dan pemberdayaan masyarakat,” terangnya.

”Diharapkan melalui forum ini bisa menjadi ajang dialog atas berbagai permasalahan yang masih mengganjal dan menemukan jalan keluar yang konstruktif bagi kerukunan antar umat beragama di Minahasa,” pungkasnya.

Turut hadir dalam rapat koordinasi ini, Ketua FKUB Minahasa Pdt Evert A Tangel MPdK, Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra Sekdakab Minahasa Dr Denny Mangala MSi, Kaban Kesbangpol Minahasa Ir Yanny Moniung, Kabag Kesra Sekdakab Minahasa Meitha Aguw, Kabag Prokopim Setdakab Minahasa Maya Marina Kainde SH MAP dan pemimpin-pemimpin Agama yang ada di Kabupaten Minahasa.(fernando lumanauw)

Leave a Reply