Christo Eman Support Penuh Turnamen Bulutangkis

Tomohon – Terobosan demi terobosan terus dilakukan Ketua PBSI Tomohon Christo Eman yang baru saja terpilih pada beberapa bulan lalu. Setelah sebelumnya sukses menggelar kejuaraan bulutangkis beregu yang dilaksanakan 29 September – 16 Oktober 2016 yang diikuti 62 SD, 22 SMP 16 SMA dan 5 Kecamatan. Berhasil mengorbitkan para calon atlit berprestasi asal Kota Tomohon dari berbagai tingkatan usia produktif.

Kali ini ketua PBSI Tomohon mensuport penuh pelaksanaan turnamen bulutangkis saat dipercayakan sebagai wakil ketua panitia pelaksana dalam penyelenggaraan SIRNAS-MILO School Competition 2016 yang secara resmi bergulir sejak 7-12 November 2016. Menurut Christo kegiatan sangat penting dan strategis dalam upaya untuk menciptakan calon-calon atlit  berprestasi dan professional

Seingga dalam pelaksanaan lomba-lomba bulutangkis di masa yang akan datang maka Provinsi Sulawesi Utara dan Kota Tomohon akan terus diperhitungkan untuk meraih prestasi di kancah nasional maupun di kancah internasional. Hal ini tentu membutuhkan peran aktif seluruh pengurus, pelatih,orang tua bersama pemerintah yang ada.

Pemerintah Kota Tomohon tentu sangat peduli dengan kemajuan olahraga dalam berbagai cabang karena Kota Tomohon dari dulu telah banyak mengorbitkan atlit-atlit berprestasi dan dudukung sepenuhnya oleh Pemerintah melalui penyediaan infrastruktur dan pendanaan yang berkesinambungan melalui instansi terkait terta topangan para sponsor. Kegiatan ini melibatkan 400 peserta  yang akan mengikuti kompetisi yang dilaksanakan di GOR Arie Lasut Manado.

Selanjutnya Ketua Panitia Ir Fereydy Kaligis mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan keempat kalinya MILO School Competition hadir di Kota Manado, setelah sebelumnya diadakan di tahun 2005, 2009 dan 2012. Kota Manado merupakan salah satu kota yang diperhitungkan sebagai penyumbang atlet bulu tangkis kelas dunia seperti Lilyana Natsir dan Greysia Polii.

“Semoga kehadiran MILO School Competition yang sudah menerapkan standar sirkuit nasional ini dapat semakin mendorong munculnya bibit-bibit bulu tangkis dari  Manado,” ungkap Prawitya Soemadijo Business Executive Manager Beverages PT Nestlé Indonesia.

Ketua umum Pengprov PBSI Sulawesi Utara Djenri Keintjem, S.H, M.H mengungkapkan, Bulu tangkis memang salah satu olahraga favorit di Sulawesi Utara khususnya Manado. Terbukti dengan adanya atlet-atlet terbaik Manado yang masuk pelatnas bahkan memiliki prestasi kelas dunia.

“Kami ucapkan terima kasih kepada Nestlé MILO yang telah memilih Manado sebagai tuan rumah pada putaran terakhir SIRNAS-MILO School Competition. Kami berharap melalui SIRNAS-MILO School Competition anak-anak mempunyai motivasi untuk semakin mencintai olahraga bulu tangkis dan bisa mewujudkan impian menjadi atlet kebanggaan Indonesia,” kata Keintjem.

SIRNAS-MILO School Competition Manado akan mempertandingkan kategori beregu yang diikuti oleh sekolah-sekolah di Manado dan sekitarnya yang akan memperebutkan Piala MILO. Sedangkan di kategori terbuka akan dibagi berdasarkan kelompok usia U-13 dan U-15 di mana peserta akan mendapatkan poin sesuai dengan kategori kelompok usia yang akan mempengaruhi peringkat peserta di PBSI.

Pada kelompok usia U-13, juara satu mendapatkan 200 poin, juara dua 170 poin dan juara tiga 140 poin. Sedangkan untuk kelompok usia U-15 juara satu akan mendapatkan 300 poin, juara dua 255 poin, serta juara tiga 210 poin. Selain itu, keikutsertaan dalam kompetisi sirkuit nasional juga menjadi salah satu syarat untuk proses seleksi Pelatnas.

Pada SIRNAS-MILO School Competition di Manado, Nestlé MILO akan menggandeng legenda bulu tangkis Indonesia peraih medali emas Olimpiade Atlanta 1996, Ricky Soebagdja yang akan memberikan coaching clinic di babak final. Di samping itu, Nestlé MILO juga mengadakan kelas nutrisi bagi orang tua mengenai pentingnya peran orang tua dalam memperhatikan asupan nutrisi yang seimbang bagi anak aktif.

Selanjutnya dalam SMSC ini akan diikuti 46 club bulutangkis se-Indonesia dan dibuka secara resmi oleh Ketua Harian PBSI Sulut Drs Roy Tumiwa MPd Senin 7/11. Adapun lomba yang dipertandingkan yakni tunggal putra dan putri  serta ganda putra dan putri usia 13 dan 15 tahun. Sementara untuk beregu mini khusus untuk SD dan SMP yang ada di Sulut. Ini juga merupakan kesempatan mencari dan mengorbitkan bibit-bibit atlit badminton Sulut.   (mar)

Tinggalkan Balasan