Guru di Tomohon Sebut Poli Lakukan Pembohongan Publik

Tak Berkategori

Tomohon – Pernyataan Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Tomohon, DR Arnold Poli SH MAP soal penyaluran tunjangan sertifikasi guru dimentahkan para Oemar Bakri di Kota Multi Dimensi ini.

Pasalnya sampai saat ini banyak dari mereka yang belum juga menerima hak mereka. Padahal sesuai kata Poli yang pada awal Mei tersebut, jika diperkirakan sampai pada saat ini sudah bisa membayar tunjangan sertifikasi sebagian besar guru di Kota Tomohon ini.

“Janganlah menjual mimpi dengan mengatakan tunjangan kami sudah siap dibayarkan. Kenyataannya saat ini belum juga disalurkan,” kata salah satu guru di Tomohon yang meminta namanya dirahasiakan.

Guru ini menyesalkan pernyataan Poli di media massa jika Kota Tomohon merupakan daerah tercepat di Sulawesi Utara dalam menyalurkan tunjangan bagi para guru profesional ini.

“Kenapa permasalahan tunjangan sertifikasi ini setiap tahunnya selalu bermasalah ? Apakah Pemkot Tomohon tak bisa belajar dari pengalaman tahun-tahun sebelumnya agar tahun ini bisa diperbaiki,” keluh guru ini lagi.

Guru ini berharap Pemkot Tomohon segera menepati janji dengan secepatnya membayar hak mereka.

Poli sendiri belum bisa dimintai keterangan. Begitu pun dengan Kadis DPPKMB, Ir Harold Lolowang yang berwenang mengurus teknis pemberian tunjangan ini.

Diberitakan sebelumnya Poli begitu yakin mengatakan, jika Pemkot Tomohon sudah pasti membayar tunjangan sertifikasi pada awal Mei lalu. Ia malah menyebut Pemkot Tomohon adalah yang pertama membayarkan tunjangan sertifikasi untuk triwulan pertama tahun 2013 ini.

“Hal yang membuat penyaluran tunjangan sertifikasi ini cepat karena Surat Keputusan (SK) pembayaran tunjangan para guru ini dilihat di situs Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan tanpa menunggu salinannya datang,” ujar Poli waktu itu.

Tinggalkan Balasan