Tomohon – Rencana pemerintah pusat untuk menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) November ini ditanggapi beragam warga di Kota Bunga Tomohon. Sebagian besar menyatakan keberatan karena dari informasi yang tersebar lewat media, rencana kenaikan BBM bisa menyentuh sampai angka 50 persen.
“Menurut saya imbas paling umum dengan harga BBM yang naik akan menyebabkan masyarakat bertambah miskin. Kenaikan tersebut pun akan membuat kepercayaan masyarakat kepada Jokowi-JK menurun,” kata Imelda, warga Kota Tomohon, Kamis (06/11).
Terkait dengan penyaluran BBM bersubsidi yang dianggap pemerintah tidak tepat sasaran dan hanya dinikmati orang kaya. Menurutnya, jumlah orang kaya di Indonesia hanya mencapai 10 persen dan mereka akan memilih memakai pertamax.
“Penggunaan premium itu banyak digunakan oleh masyarakat kelas menengah ke bawah. Di Tomohon sendiri pasti saya yakin yang menggunakan premium hanya sedikit. Pemilik kendaraan hampir semuanya menggunakan bbm bersubsisi,” katanya .
Lebih lanjut Imelda berpendapat, efek yang akan sangat terasa yakni kenaikan barang keperluan sehari-hari serta tarif transportasi yang otomatis akan naik.
“Seperti pengalaman saya sebelumnya sebagai ibu rumah tangga, barang-barang akan naik 10-15 persen. Apalagi kenaikan BBM ini menjelang Natal dan Tahun Baru. Memang akan sangat terasa,” keluhnya.
Lain lagi pendapat, Ferry yang merupakan pengusaha properti di Kota Tomohon. Ferry menjelaskan, kenaikan harga bahan bangunan akan mendorong naiknya harga hunian. Melihat pengalaman yang lalu, menurut dia, kenaikan harga BBM kali ini akan memicu kenaikan harga hunian sekitar 10 persen hingga 15 persen.
Namun demikian, lanjut Ferry, pengembang tidak akan menaikkan harga jual hunian karena hanya akan memperlambat penjualan. Dia memperkirakan, kondisi akan kembali normal setelah 2-3 bulan pasca-kenaikan BBM bersubsidi.
“Kami khawatir daya beli masyarakat akan melemah,” terangnya.
Terpisah, Sekda Dr Arnold Poli saat dimintai pendapat mengenai kenaikan BBM ini mengatakan warga Tomohon harus tenang dan bijak menanggapi kenaikan harga BBM tersebut.
“Saat ini kan masih sebatas wacana. Dan jika memang akan naik, tentunya sudah melewati kajian matang,” kata Poli.
Efek yang paling umum soal kenaikan harga sembako dan barang-barang lainnya, akan dipantau oleh Pemkot Tomohon.
“Pemkot akan selalu memantau harga barang agar tak ada spekulan yang bermain dengan menaikkan harga sepihak,” ujarnya. (maria wolajan)





















