Manado – Sebuah kejadian tak terduga mengguncang SMP Negeri 2 Airmadidi, Minahasa Utara.
Sebanyak 86 siswa tiba-tiba mengalami gejala keracunan setelah menikmati makanan dalam program Makanan Bergizi Gratis (MBG).
Kejadian ini sontak membuat perhatian masyarakat dan pemerintah daerah tertuju pada keselamatan anak-anak bangsa.
Kepala Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG) Manado, Billy Kereh, menjelaskan bahwa pihaknya tengah menanti hasil uji laboratorium dari BPOM untuk memastikan penyebab keracunan ini.
“Kami fokus memantau kondisi siswa dan bekerjasama dengan instansi terkait untuk melakukan investigasi lengkap,” ujarnya Kamis (27/11/2025).
Sebagai langkah antisipasi serius, operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Airmadidi Atas langsung dihentikan sementara.
Hal ini bertujuan untuk memastikan keamanan pangan sesuai dengan Surat Edaran Nomor 4 Tahun 2025 tentang Pengelolaan Keamanan Pangan.
Kereh menambahkan, kejadian ini menjadi momentum penting untuk evaluasi total terhadap SOP pengolahan dan distribusi makanan dalam program MBG.
“Sinergi antara pemerintah, mitra, dan masyarakat sangat kami perlukan agar program ini tetap berjalan optimal dan aman,” katanya.
Dari data yang dihimpun, 56 siswa menjalani perawatan inap di tiga rumah sakit yakni RS Walanda Maramis, RS Hermana Lembean, dan RS GMIM Tonsea Airmadidi, sementara 30 siswa sudah diperbolehkan pulang.
Kondisi anak-anak kini mendapat perhatian serius agar mereka cepat pulih dan dapat kembali beraktivitas dengan normal.
Kejadian ini menjadi pengingat pentingnya ketelitian dalam penyediaan makanan bergizi bagi generasi muda, sekaligus mengajak semua pihak untuk terus meningkatkan pengawasan demi mencegah risiko serupa di masa depan.





















